
Situasi kemarahan yang tidak terkendali ini akibat terganggunya bagian amigdala dan lobus frontal di otak, yang seharusnya saling bekerja sama. Amigdala merupakan sistem limbik otak yang mengurusi emosional. Rasa marah — dan bentuk emosi lainnya — muncul dari sini.
Penyebab gangguan itu adalah rendahnya kadar serotonin di otak. Hormon pembuat rasa bahagia ini berperan dalam menguatkan komunikasi antardaerah di otak. Saat serotonin rendah, rasa marah yang muncul dari amigdala tidak mampu direspon secara maksimal oleh korteks prefrontal, sehingga lahirlah rasa marah yang sulit dikontrol.
Kondisi serotonin rendah bisa muncul saat perut lapar, kecapekan, atau pun stres. Oleh karena itu, jika mendapati diri Anda dalam kondisi seperti ini sebaiknya cari solusinya. Misalnya, tidak telat makan, menjaga stres, tidak memaksakan tubuh bekerja melebihi jam normalnya, dan sebagainya.
Serotonin dalam otak bisa ditingkatkan dari jenis makanan dan aktivitas. Coklat, adalah salah satu makanan yang mampu mendongkrak serotonin di otak. Untuk aktivitas, Anda bisa melakukan olahraga rutin, tidur cukup, atau melakukan hubungan seks dengan pasangan untuk meningkatkan serotonin yang membuat Anda lebih segar dan nyaman. (hlt/ikA)

Menurut sebuah penelitian, seorang wanita yang minum tiga cangkir kopi atau lebih dalam sehari ternyata memiliki resiko 20% lebih rendah terhadap kanker kulit bila dibandingkan dengan mereka yang hanya menghabiskan satu cangkir kopi setiap bulannya. Sedangkan pada pria, meminum kopi dalam jumlah yang sama bisa menurunkan resiko hingga 9% saja terhadap kanker kulit seperti basal cell carcinoma atau BCC (jenis paling umum pada kanker kulit).
Seorang peneliti bernama Fengju Song melakukan studi ilmiah ini berdasarkan dari data yang diambil dari The Nurse’s Health Study yang mengawasi lebih dari 70.000 orang dari Juni 1984 – Juni 2008. Data juga diambil dari The Health Professionals Follow-Up Study yang melibatkan hampir 40.000 partisipan sejak Juni 1986 – Juni 2008.
Dari data tersebut, ditemukan adanya 25.480 kasus kanker kulit yang terdiri dari kasus BCC sebanyak 22.785, karsinoma sel skuamosa sebanyak 1.953 kasus, dan kasus melanosa hanya 741.
Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa BCC menjadi kanker kulit paling umum yang diderita orang-orang. Penyebabnya bisa karena terlalu lama atau terlalu seringnya kulit berinteraksi dengan sinar matahari yang mengandung ultraviolet. Penggunaan sun bed atau tanning bed yang juga mengandung ultraviolet ikut berperan meningkatkan resiko terkena kanker kulit.
Sebagai minuman berkafein, kopi telah lama diketahui dapat menurunkan resiko terhadap beberapa penyakit seperti kanker payudara, kanker rahim, prostat, maupun kanker usus besar. Kali ini kopi ditengarai dapat menurunkan resiko kanker kulit.
“Studi kami menunjukkan bahwa mengkonsumsi kopi bisa menjadi pilihan untuk mencegah BCC,” kata Fengju Song seperti dikutip dari Daily Mail. (hlt/des)

Sebagaimana dikutip dari Daily Mail, para ahli medis mengatakan bahwa wanita yang positif tertular HPV memiliki resiko lebih besar terhadap serangan jantung atau stroke dibandingkan dengan mereka yang tidak tertular.
Berdasarkan penelitian, wanita yang positif terkena salah satu dari 37 strain virus papiloma ini memiliki resiko 2,3 kali lebih tinggi terhadap serangan jantung dan stroke dibandingkan dengan wanita yang tidak terinfeksi virus ini. Sedangkan wanita yang terkena strain HPV penyebab utama kanker, kemungkinan terkena serangan jantung dan stroke bisa lebih tinggi, yaitu 2,86 kali lipat lebih besar daripada wanita yang negatif dari virus ini.
Dr.Ken Fujise yang menulis penelitian ini mengatakan bahwa ia menduga hubungan antara HPV dan penyakit kardiovaskular cukup lemah, namun ia tidak mengira bahwa seorang wanita yang terinfeksi HPV bisa 2,3 kali lipat beresiko terhadap serangan jantung atau stroke.
Studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Texas ini merupakan studi ilmiah pertama yang menghubungkan antara HPV dan penyakit kardiovaskular, jadi studi ini masih memerlukan penelitian yang lebih mendalam untuk memastikan hubungan antara virus HPV dengan serangan jantung atau stroke. Walau begitu para ahli sudah lebih dulu merekomendasikan penggunaan vaksin HPV sebagai tindakan pencegahan. (hlt/ika)

Menurut Dr Ryota Kanai, peneliti dari University College, London, mengatakan, ada keterkaitan antara ukuran otak di beberapa bagiannya dengan jumlah teman di jejaring sosial. Salah satu bagian otak yang terpengaruh adalah amigdala. Bagian ini menangani urusan memori dan respon sosial seseorang.
Hasil ini, ungkap Kanai, lebih menguatkan penelitian sebelumnya. Peneliti menemukan kaitan antara volume daerah abu-abu di amigdala di otak, dengan ukuran dan kompleksitas jaringan sosial di dunia nyata
Namun, para peneliti belum sepenuhnya yakin perubahan tersebut murni karena efek berinteraksi lewat jejaring sosial. Bisa pula, bagian otak tersebut membesar karena seseorang semakin baik kemampuannya dalam berinteraksi dengan sesamanya. Tapi, setidaknya, penelitian ini mampu melihat pengaruh internet terhadap otak. (kos/ika)

Penelitian yang dilaporkan dalam Circulation: Journal of American Heart Association ini mengungkapkan bahwa seseorang yang sehari-harinya mengalami susah tidur memiliki resiko terkena serangan jantung hingga 45% lebih tinggi daripada mereka yang mudah tidur nyenyak. Sedangkan seseorang yang hampir selalu memiliki masalah tidur (tidak setiap hari) memiliki resiko penyakit jantung hingga 30%. Sementara bagi mereka yang bisa tidur tapi tidak merasa segar ketika bangun di pagi hari, memiliki resiko serangan jantung hingga 27%.
Penelitian ini berdasarkan hasil survey kesehatan di tahun 1995-1997 yang melibatkan 52.610 warga Norwegia. Dengan hasil survey tersebut, para ahli lalu melanjutkan penelitian dengan memeriksa catatan-catatan rumah sakit untuk mengidentifikasi 2.368 orang yang terkena serangan jantung untuk pertama kalinya dalam 11 tahun terakhir.
Sebuah studi kecil yang lain juga mengungkapkan bahwa memang ada kaitan antara insomnia dan resiko penyakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi dan serangan jantung yang sangat berbahaya.
Meskipun survey dan beberapa penelitian telah dilakukan, para ahli masih belum bisa mengetahui dengan pasti mengapa insomnia bisa meningkatkan resiko serangan jantung. Dugaan sementara adalah insomnia bisa menimbulkan tekanan darah yang tidak normal (cenderung ke tekanan darah tinggi) dan menimbulkan peradangan. Faktor-faktor inilah yang kemudian berkembang mengakibatkan serangan jantung.
Walau begitu Anda yang sering mengidap insomnia tidak perlu cemas, karena masalah tidur seperti ini bisa dihilangkan.
“Problem tidur adalah hal yang umum dan cukup mudah diobati,” kata Dr.Lars Erik Laugsand dari Universitas Sains dan Teknologi Norwegia sebagaimana dikutip dari Daily Mail.
Ia juga menambahkan bahwa seseorang harus menyadari bahwa insomnia bisa berhubungan dengan penyakit jantung, dan bila mereka memiliki gejala insomnia sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. (hlt/ika)

Menurut para ahli, resiko terjadinya demensia ini ternyata bisa dikurangi dengan cara yang cukup sederhana, yaitu dengan rajin mengkonsumsi ikan. Para peneliti mengungkapkan bahwa memakan ikan bisa meningkatkan aliran darah ke otak, hal inilah yang kemudian bisa mengurangi resiko demensia pada seseorang.
Ikan memiliki kandungan omega-3 yang cukup tinggi dan sangat baik bagi kesehatan. Pada dua buah studi ilmiah juga diketahui bahwa omega-3 dapat mengurangi kelelahan mental pada seseorang setelah mereka melakukan tugas-tugas yang berat/sulit.
Masih banyak yang percaya bahwa mengkonsumsi omega-3 atau suplemen minyak ikan tidak membantu atau tidak berpengaruh pada kinerja otak anak muda, namun para peneliti dari Universitas Northumbria mengatakan bahwa omega-3 yang membantu meningkatkan aliran darah ke otak bisa sangat berguna bagi para orang dewasa, khususnya yang sudah lanjut usia.
“Mengkonsumsi ikan secara teratur mungkin dapat mencegah penurunan kognitif dan demensia,” kata Dr.Philippa Jackson seperti dikutip dari Daily Mail.
Saat ini para ilmuwan masih terus melakukan penelitian tentang kegunaan omega-3 terhadap para orang tua, khususnya yang sudah berusia 50-70 tahun berkaitan dengan demensia. (hlt/des)

Penelitian dilakukan oleh Dr.Sherbahn di Chicago. Penelitian ini melibatkan sejumlah wanita yang dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan angka BMI (Body Mass Index), yaitu kategori gemuk (obesitas), normal, dan kategori sangat kurus. Untuk tubuh sangat kurus, angka BMI-nya adalah antara 14-18.
Dari hasil penelitian, diketahui bahwa 50% dari jumlah wanita dengan berat badan normal, bisa memiliki seorang bayi. Sedangkan untuk kategori gemuk (obesitas), yang berhasil memiliki anak ada 45%. Untuk kategori wanita berbadan sangat kurus, hanya 34% persen dari mereka yang bisa memiliki bayi.
Memiliki tubuh yang terlalu kurus ternyata menurunkan kemungkinan seorang wanita untuk hamil, hal ini seiring dengan penurunan hormon estrogen (hormon kewanitaan) yang terjadi pada wanita bertubuh sangat kurus. Tapi alasan ini belum terlalu kuat dan peneliti berusaha mencari sebab lain.
Kemungkinan lainnya adalah karena wanita yang sangat kurus bisa jadi memiliki gizi yang kurang baik. Hal ini tentu saja mempengaruhi kehamilan itu sendiri.
“Orang yang terlalu kurus mungkin tidak memiliki gizi yang baik. Dengan keadaan seperti ini, bukanlah waktu yang tepat untuk bereproduksi, rahim pun mungkin juga sedang tidak berada dalam kondisi yang baik untuk hamil,” kata Dr.Sherbahn seperti yang dikutip dari Daily Mail.
Jadi bagi Anda yang ingin hamil, penuhi gizi tubuh dengan baik. Tubuh yang sehat dan bugar tentu akan memudahkan kehamilan Anda. (hlt/ika)

Sebagaimana dikutip dari Daily Mail, Dr.Daniel Amen dari Amerika Serikat mengungkapkan bahwa setiap orang memiliki tipe kepribadian yang berbeda-beda berkaitan dengan cara makan. Ia juga yakin bahwa diet akan lebih berhasil apabila seseorang tersebut mengenali kepribadiannya terlebih dahulu.
Ini dia macam-macam kepribadian dan cara diet yang tepat menurut Dr.Amen:
Compulsive Eaters
Ini adalah tipe seseorang yang merasa bahwa makan adalah keharusan dan ia selalu berpikir tentang makanan. Umumnya orang-orang seperti ini memiliki tingkat serotonin yang rendah (hormon dalam otak yang juga mengatur mood seseorang). Biasanya mereka juga lebih sering makan pada malam hari ketika mereka susah tidur.
Cara diet yang tepat adalah dengan mengkonsumsi makanan dengan karbohidrat yang sehat (low GI). Mengkonsumsi makanan seperti pisang, salmon, teh herbal, ubi, atau kalkun bisa meningkatkan kadar serotonin untuk menenangkan otak. Lakukan olahraga seperti aerobik dan hindari makan pada sore hari.
Impulsive Eaters
Ini adalah tipe orang yang tidak memikirkan makanan terus-menerus (seperti pada compulsive eaters) tapi tetap tidak bisa menolak makanan yang ada di hadapannya. Orang seperti ini mengalami kendala pada bagian otak bernama prefrontal cortex atau PFC. PFC bekerja layaknya rem otak dan mencegah kita untuk membuat keputusan-keputusan yang buruk. Menurunnya aktivitas PFC bisa disebabkan oleh alkohol dan bisa berhubungan dengan menurunnya kadar dopamin (hormon dalam otak).
Hindari makanan berkarbohidrat tinggi. Pastikan Anda juga makan daging ayam, kalkun, telur, maupun yoghurt. Makanan-makanan ini akan membantu pembentukan dopamin.
Lakukan olahraga (minimal 30 menit sehari) untuk meningkatkan aliran darah ke otak dan menambah kadar dopamin. Hindari alkohol yang bisa merusak sitem otak.
Emotional Eaters
Ini adalah tipe seseorang yang akan makan banyak ketika merasa mood-nya buruk. Mereka biasanya akan makan dengan harapan perasaan mereka bisa jadi lebih baik.
Diet yang disarankan adalah meningkatkan konsumsi makanan seperti ikan, buah segar, sayuran berdaun hijau, maupun suplemen minyak ikan. Makanan seperti itu kaya akan asam lemak omega 3 yang memungkinkan Anda untuk terhindar dari rasa depresi. Menurut para ahli, rendahnya asam lemak omega 3 pada tubuh bisa ikut meningkatkan resiko depresi dan juga obesitas.
Anxious Eaters
Hampir sama seperti emotional eaters, ini adalah tipe seseorang yang mudah cemas dan ketakutan sehingga menimbulkan stres. Karena merasa terlalu cemas, ia biasanya malah akan mengkonsumsi makanan secara berlebihan, terutama terhadap makanan dengan kadar gula dan karbohidrat tinggi.
Diet yang tepat adalah dengan meningkatkan konsumsi makanan seperti brokoli, pisang, beras cokelat, jeruk, dan kacang. Makanan ini kaya akan asam amino glutamin yang bagus untuk membantu mengurangi tingkat kegelisahan dan kecemasan pada seseorang sekaligus dapat meningkatkan keberhasilan diet.
Lakukan yoga atau tai chi untuk membantu diet Anda. Kegiatan seperti ini cocok untuk latihan relaksasi, meditasi, dan juga latihan pernapasan. (hlt/des)

Sementara itu, berjemur di bawah sinar matahari sering dikait-kaitkan dengan penyakit kanker kulit. Lalu kapan waktu yang tepat bila kita ingin berjemur?
Menurut para ahli, berjemur di siang atau sore hari bisa meningkatkan resiko terkena penyakit kanker kulit. Sebaliknya, resiko terserang penyakit ini bisa sedikit berkurang apabila kita melakukan aktivitas berjemur di pagi hari.
Di dalam tubuh terdapat protein bernama XPA yang bertugas untuk memperbaiki DNA yang rusak akibat ultraviolet pada sinar matahari. Kadar XPA mencapai jumlah yang cukup besar dan sangat aktif di pagi hari, terutama saat jam 7 pagi.
Jumlah dan keaktifan XPA dalam memperbaiki DNA yang rusak ini akan terus menurun ketika siang tiba. Jadi bisa Anda bayangkan, apabila Anda berjemur di siang atau bahkan sore hari, kulit Anda akan rusak tanpa ada XPA yang bisa memperbaiki. Inilah mengapa berjemur di pagi hari lebih aman dari resiko kanker kulit daripada berjemur di siang atau sore hari.
Semua ini berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap seekor tikus. Tikus yang terkena ultraviolet di pagi hari ternyata memiliki resiko terserang kanker kulit hingga lima kali lipat. Menurut para ahli, jam biologis pada tikus berkebalikan dengan manusia. Jadi apabila tikus lebih rentan terkena kanker kulit saat berjemur di pagi hari dibandingkan sore hari, maka manusia adalah kebalikannya.
Walau begitu, Dr.Kat Arney dari Cancer Research UK mengungkapkan bahwa semua temuan tersebut belum pasti karena penelitian ini masih belum diujicobakan pada manusia. Ia tidak tahu pasti apakah penelitian ini juga bisa menghasilkan sesuatu yang positif bagi manusia.
“Kami masih lebih menyarankan agar Anda tidak berjemur di waktu kapanpun untuk mengurangi resiko terkena kanker kulit,” kata Dr. Kat Arney seperti dilansir Telegraph. (hlt/ika)

Penelitian dilakukan dengan sebuah survey yang melibatkan 48.000 orang pria. Dari survey tersebut diketahui bahwa mereka yang terbiasa meminum air sebanyak lebih dari 2.531 ml setiap harinya, memiliki resiko 24% lebih rendah terhadap kanker kandung kemih dibandingkan dengan mereka yang jarang atau malas minum air.
Diduga air yang mereka minum membuat segala sesuatu yang bisa menyebabkan kanker segera keluar dari kandung kemih sebelum timbul kerusakan pada organ tersebut, jadi seolah-olah kandung kemih selalu dicuci bersih oleh cairan yang mereka minum. Begitulah penjelasan dari para ilmuwan sebagaimana dikutip Sidomi News dari Telegraph.
Para ilmuwan dari Universitas Brown juga mengungkapkan bahwa membiasakan minum banyak air sejak masih muda sangat bermanfaat bagi kesehatan. Sayangnya, umumnya seseorang jarang atau malas minum air seiring bertambahnya usia mereka. Padahal air sangat berguna bagi kesehatan, khususnya bagi mereka yang mulai lanjut usia.
Di Inggris saja, jumlah orang yang didiagnosa terkena kanker kandung kemih mencapai sekitar 10.000 orang setiap tahunnya. Penyakit ini juga lebih sering ditemukan pada pria daripada wanita, dan biasanya menyerang mereka yang sudah berusia antara 50 sampai 80 tahun. (hlt/ika)

Para peneliti mengungkapkan bahwa ekstrak yang digunakan untuk aromaterapi (yang sering digunakan untuk mandi, pijat, maupun yang dibakar di dalam kamar) ketika bereaksi dengan udara akan menghasilkan partikel-partikel kecil yang diduga bisa berbahaya.
Menurut ilmuwan, dalam minyak tersebut ada bahan kimia berupa senyawa organik tertentu yang mudah menguap, di mana bila senyawa ini bereaksi dengan udara maka akan membentuk aerosol organik sekunder.
Lalu apa saja bahayanya terhadap kesehatan? Ternyata senyawa ini bisa membuat iritasi pada mata, hidung, maupun tenggorokan. Peneliti juga mengatakan zat ini dapat membuat sakit kepala, mual, merusak hati atau ginjal, juga bisa memperburuk saluran pernapasan pada seseorang yang punya penyakit paru-paru atau asma.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Engineering Science tersebut juga menyebutkan macam-macam minyak aromaterapi apa saja yang mengandung aerosol dalam kadar tinggi. Mereka adalah minyak aromaterapi dengan ekstrak lavender, tea tree, peppermint, lemon, dan eucalyptus (kayu putih).
“Minyak aromaterapi sudah sangat populer dan sering digunakan. Namun dampaknya terhadap kualitas udara dalam ruangan serta efek kesehatan yang dihasilkan minyak aromaterapi tersebut tidak bisa diabaikan,” kata para peneliti sebagaimana dikutip Sidomi News dari Daily Mail.
Minyak aromaterapi memang diklaim bisa menyehatkan serta membuat diri kita rileks. Namun dengan adanya penelitian ini, tidak ada salahnya bila kita semua berhati-hati. (hlt/ika)

Ini dapat menyebabkan terjadinya impoten bagi pria yang sudah memasuki usia paruh baya dan dapat melanda pria di masa produktif mereka.
Hal tersebut sudah menjadi masalah umum dan melanda pria yang berusia 20 tahun. Mereka dianggap tidak mampu melakukan hubungan seks secara normal.
Laporan yang disebut 'Porno-Menyebabkan Disfungsi Seksual Meningkatkan Masalah', menjelaskan hilangnya libido di usia sebelum 30 tahun disebabkan reaksi tubuh yang terus menerus menyaksikan kenikmatan seksual secara berulang kali dengan melihat gambar pornografi di internet.
Otak manusia akan kehilangan kemampuan untuk merespon sinyal dopamin, artinya pornografi dapat meningkatkan permintaan pengguna dalam hal pengalaman yang semakin ekstrim untuk membangkitkan gairah seksnya.
"Kata-kata erotis, gambar dan video yang dikonsumsi dalam waktu yang lama melalui internet memungkinakan aliran dopamin tak akan pernah berakhir. Merupakan suatu kewajaran ketika mereka mencoba melakukan hubungan seks yang sebenarnya, namun mereka gagal untuk meningkatkan gairah seksnya," ungkap Marnia Robinson, Senin (24/10).
Lanjutnya, "Kebanyakan pria tidak menyangka konsumsi terhadap pornografi dapat menjadi sumber masalah kualitas seksual mereka. Sebaliknya banyak yang meyakini bahwa disfungsi seksual pada usia 20 tahun merupakan suatu yang normal," jelasnya.
Robinson juga mengatakan pemulihan bisa dilakukan dalam beberapa bulan dengan memberikan otak kesempatan untuk 'reboot' dan dengan menghindari pornografi sepenuhnya.
Kemungkinan besar pecandu pornografi akan mengalami kehilangan libido sementara, insomnia, kepanikan, putus asa, gangguan konsentrasi, dan bahkan gejala seperti flu. (hlt/wan)

Namun, waspadai untuk mengerok bagian leher. Sebaiknya hindari bagian ini saat Anda kerokan. Leher memiliki saraf-saraf yang cukup sensitif. Jika ada saraf yang rusak, bisa berpotensi menyebabkan stroke. Apalagi, buat orang yang sudah berumur tua, tidak disarankan kerokan di leher. Risiko stroke jadi lebih besar.
“Kebiasaan kerokan di sekitar leher dapat mengakibatkan stroke bila ada saraf yang rusak,” ujar Prof. DR. Dr. Budhi Setianto, Sp.JP, dokter spesialis jantung di Rumah Sakit Harapan Kita.
Lebih amannya, cukup kerokan di sepanjang punggung tanpa melewati leher. Gunakan motif tulang ikan dalam mengerok. Menurut sebuah studi, cara ini membantu penyembuhan penyakit. Sebab, ada titik-titik akupuntur dan meridian yang dilewati. (hlt/ika)

Bukan rahasia lagi jika sinar matahari mampu mengubah bibit atau pro-vitamin D yang ada di bawah kulit, menjadi vitamin D yang siap dikonsumsi tubuh.Vitamin ini berguna dalam memadatkan tulang, menguatkan gigi, memengaruhi kecepatan gerak (motilitas) sperma, mencegah kanker, dan sebagainya. Satu lagi manfaatnya, yaitu memengaruhi kecerdasan.
Hanya dengan berjemur 10-15 menit, tubuh bisa memproduksi vitamin D sebanyak 1.000-3.000 (IU). Jumlah ini tergantung jenis kulit dan kebutuhan vitamin D yang diperlukan.
Manfaat vitamin D terhadap kecerdasan ditemukan oleh peneliti dari Universitas Manchester, Inggris. Relawan berusia 40-79 tahun berjumlah 3 ribu orang dilibatkan dalam studi itu. Mereka melakukan serangkaian tes uji kecepatan dan kecermatan otaknya dalam mengolah dan mengingat informasi.
Relawan juga diukur kadar vitamin D di tubuhnya. Hasilnya, mereka yang memiliki kemampuan otak lebih baik, cenderung punya pasokan vitamin D lebih banyak dalam tubuhnya.
”Terlihat menyolok hubungan kadar vitamin D dengan kecepatan mengolah informasi terutama pada pria di atas 60 tahun. Apa penyebabnya masih harus diteliti,” kata David Lee, kepala peneliti. (hlt/ika)

Studi tersebut, yang dipublikasikan British Medical Journal kemarin memberitahu bahwa setelah menggunakan ponsel selama bertahun-tahun, peluang seseorang terkena tumor otak juga sama saja tanpa mereka menggunakan ponsel, Studi ini merupakan lanjutan dari studi sebelumnya yang tidak menemukan hubungan antara penggunaan ponsel dan kanker, yang menggunakan sampel penggunaan ponsel jangka panjang dan contoh tumor di Denmark.
Cell phone radiationHasil ini tentunya mendapat debat hangat. Setelah studi ini dipublikasikan, ilmuwan dari Inggris, AS, Australia, dan berbagai belahan dunia mengatakan bahwa Denmark tidaklah cocok sebagai tempat mengambil sampel dan sumber informasi, sehingga bagi mereka studi ini adalah cacat.
Debat mengenai apakah ponsel menyebabkan tumor otak atau tidak telah menjadi topik hangat di kedua kubu. Awal Juli lalu, sebuah studi dari International Commission for Non-Ionizing Radiation Protection Standing Committee on Epidemiology menemukan bahwa bukti yang terkumpul terus bertambah yang melawan hipotesis bahwa penggunaan ponsel bisa menyebabkan tumor otak pada orang dewasa.
Maka kurang dari dua minggu lalu, sebuah studi dipublikasikan di American Journal of Epidemiology yang menyimpulkan bahwa orang yang menggunakan ponsel dari rentang umur 11 hingga 15 kemungkinan terkena tumor sebagaimana yang tidak menggunakan ponsel.
Selain itu World Health Organization (WHO) mengatakan pada awal tahun ini bahwa ponsel memang berpotensi menyebabkan kanker, dan mendaftarkan handset sebagai bahaya karsinogenik.
Jadi, entah studi manapun atau organisasi apapun yang merilis informasi mengenai tumor dan ponsel, masih belum jelas apakah memang benar ponsel menyebabkan tumor otak, dan yang jelas terlihat, antara satu pihak dengan pihak yang lain mencoba untuk saling meruntuhkan hasil yang didapat. (hlt/ika)

Dikutip AKURNEWS dari laman Daily Mail, Dr.Clyde Yancy mengatakan bahwa usia panjang tergantung dari gaya hidup seseorang. Jadi, semua orang bisa saja memiliki umur panjang apabila mereka selalu menjaga kesehatan dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk. Ini dia 7 langkah sederhana yang bisa meningkatkan kesempatan Anda untuk berumur panjang.
Selalu aktif :
Jangan terlalu lama bermalas-malasan dan gunakan tenaga Anda untuk berolahraga atau bekerja. Seseorang yang tidak aktif beresiko dua kali lipat terserang stroke atau penyakit jantung.
Kontrol kolesterol tubuh :
Kolesterol yang menumpuk dalam darah bisa membuat timbunan lemak dalam arteri. Hal ini sering menjadi penyebab utama beberapa penyakit berbahaya seperti penyakit jantung.
Kontrol tekanan darah :
Selalu ukur tekanan darah Anda secara rutin dan lakukan penanganan yang tepat apabila ternyata tekanan darah Anda tidak normal. Bagi yang memiliki tekanan darah tinggi atau yang sering disebut ‘silent killer’ ini, harus lebih waspada.
Lakukan diet sehat
Untuk menghindari kolesterol meningkat atau tekanan darah tinggi, terapkan pola makan yang sehat. Konsumsi buah dan sayur yang kaya akan nutrisi dan serat tentunya bisa meningkatkan kesehatan Anda.
Berat badan ideal
Demi kesehatan Anda, sebaiknya jaga berat badan Anda agar tidak terlalu kurus maupun tidak terlalu gemuk. Para ahli medis juga memperingatkan, kelebihan berat badan (obesitas) bisa meningkatkan resiko terkena penyakit. Selalu atur pola makan dan sering berolahraga adalah kunci mendapatkan berat badan ideal.
Kontrol gula darah
Gula darah yang terlalu tinggi dalam tubuh bisa menyebabkan diabetes. Sedangkan diabetes akan meningkatkan resiko terserang tekanan darah tinggi, penyempitan arteri, maupun stroke. Hindari diabetes dengan menjaga berat badan, menerapkan pola hidup sehat, dan selalu konsumsi makanan bernutrisi tinggi.
Stop merokok
Seperti yang sudah banyak diketahui orang, rokok hanya akan meningkatkan resiko terkena penyakit jantung, kanker paru-paru, maupun bronkitis akut. Segera tinggalkan kebiasan buruk ini bila Anda ingin hidup sehat dan berumur lebih panjang. (HLT/IKA)

Penelitian yang dilakukan Colorado Center for Reproductive Medicine, Amerika menemukan fakta kuat antara sperma dan usia untuk pertama kalinya.
Peneliti menjelaskan bahwa kualitas sperma ternyata sangat bisa menurun seiring bertambah tuanya usia pria, dimana hal tersebut terlihat nyata pada mencit yang dijadikan bahan percobaan.
Mencit jantan tersebut hanya memiliki masa kesuburan setara dengan seorang pria yang berusia 50 tahun. Setelah itu mencit mengalami gangguan fertilisasi in vitro. Kualitas sperma yang sudah buruk juga membuat embrio tidak sehat, sehingga meningkatkan risiko keguguran.
Jika, selama ini wanita di usia 30an telah banyak yang membekukan sel telur mereka dengan harapan menjadi seorang ibu di usia senja. Maka, para pria sepertinya bisa mencoba hal yang sama, dengan membekukan sperma di bank sperma, untuk harapan mempunyai keturunan lagi di masa tua. (hlt/wan)

Menurut dokter dari Universitas Harvard, nutrisi makanan bisa berdampak langsung pada sistem reproduksi pria, khususnya sperma. Seorang laki-laki yang terlalu banyak mengkkonsumsi lemak trans (jenis lemak yang biasa ditemukan pada junk food) beresiko merusak kualitas sperma.
Penelitian dilakukan dengan melibatkan 188 pemuda berusia 18-22 tahun, di mana mereka semua telah dipastikan tidak memiliki masalah kesehatan yang bisa mempengaruh kualitas sperma. Semua laki-laki tersebut lalu diberi kuisioner tentang pola dan jenis makanan yang mereka konsumsi. Ada makanan ‘gaya barat’ (daging, karbohidrat olahan, manisan, minuman berenergi) dan juga makanan ‘bijak’ (sayuran, ikan, buah).
Setelah kuisioner dilakukan, para ahli lalu melakukan tes sperma atau analisis semen untuk mengetahui kualitas sperma meliputi pergerakan, konsentrasi, maupun bentuk sperma.
Hasilnya, bagi mereka yang gemar dengan makanan sehat, pergerakan spermanya cukup tinggi. Sedangkan pria yang suka mengkonsumsi makanan olahan, sperma mereka diketahui memiliki pergerakan yang cukup rendah bahkan tidak bisa bertahan dalam perjalanan membuahi telur.
Audrey Gaskins yang menulis penelitian ini mengatakan bahwa mengkonsumsi makanan yang sehat bisa bermanfaat bagi kualitas air mani.
“Mengkonsumsi makanan seperti ikan, buah segar, biji-bijian, kacang-kacangan, dan sayuran, tampaknya bisa meningkatkan motilitas (daya gerak) sperma,” kata Gaskins seperti dikutip dari Daily Mail.
Walau begitu Gaskin menambahkan bahwa ini hanyalah penelitian kecil dan bisa saja ada sebab lain yang membuat motilitas sperma mereka memburuk. Namun Gaskins tetap menegaskan bahwa ada hubungan antara nutrisi makanan dan kualitas sperma.

Membuat vaksin untuk sebuah penyakit tentu bukan hal mudah. Joe Cohen pun mengaku bahwa ia sering mengalami kesulitan selama bertahun-tahun.
“Ada masa naik dan turun, dan masa di mana aku harus berpikir ‘apakah aku bisa melakukannya? apakah usaha ini harus dilanjutkan? apakah hal ini terlalu sulit untuk dilakukan?’,” kata Joe Cohen kepada Reuters.
Namun akhirnya penantian Joe Cohen berakhir. Penelitiannya selama bertahun-tahun akhirnya menunjukkan keberhasilan dari vaksin RTS,S miliknya. Vaksin tersebut juga telah ia perkenalkan dalam sebuah konferensi international tentang malaria.
“Namun hari ini aku merasa luar biasa, ini adalah impian setiap ilmuwan, melihat segala usaha keras Anda akhirnya menghasilkan suatu obat… yang akan memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Betapa beruntungnya aku?” kata Joe Cohen seperti yang dikutip Sidomi News dari Reuters.
Malaria sendiri adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit, di mana parasit tersebut dibawa melalui saliva seekor nyamuk. Malaria telah membunuh 780.000 orang setiap tahunnya, sedangkan kebanyakan dari mereka adalah bayi dan anak-anak yang ada di Afrika.
Vaksin milik Cohen bekerja pada suatu titik di mana parasit tersebut baru saja memasuki aliran darah setelah gigitan nyamuk terjadi. Dengan merangsang respon imun, hal ini dapat mencegah pertumbuhan dan perkembangan parasit di dalam hati.
Tanpa respon imun, parasit akan terus masuk ke dalam aliran darah, menginfeksi sel darah merah, menimbulkan demam, nyeri tubuh, bahkan dalam beberapa kasus bisa menyebabkan kematian.
Vaksin Cohen ini sedang menjalani tahap akhir percobaan, di mana Cohen melakukan uji coba terhadap vaksinnya di Afrika, tempat yang paling sering terserang malaria. Selain itu, vaksin ini juga diuji cobakan pada sekitar 16.000 anak di tujuh negara.
Cohen juga menjelaskan, bila semuanya berjalan sesuai rencana, vaksin RTS,S akan mendapat lisensi dan diluncurkan pada tahun 2015. Tapi Cohen juga menambahkan bahwa keberhasilannya adalah langkah pertama. GSK, MVI (Malaria Vaccine Initiative), dan kelompok penelitian lain sekarang sudah mulai bekerja lagi untuk membuat vaksin generasi baru yang diharapkan memberikan hasil 50% lebih baik dari RTS,S.
“Usaha ini belum berakhir, itu sudah pasti,” kata Cohen. (hlt/ak)

Liquorice sendiri biasa disebut akar manis dan merupakan tanaman sejenis polong-polongan yang berasal dari Eropa Selatan dan beberapa wilayah di Asia. biasanya dibuat permen atau manisan.
Sebuah pil dengan kandungan ekstrak liquorice bisa meredakan rasa panas di tubuh saat menopause hingga 80%. Para peneliti juga menambahkan bahwa pil itu juga bisa membantu menjaga tulang kuat dengan cara memperlambat proses pengeroposan tulang (osteoporosis).
Menurut peneliti, ada kemiripan antara zat dalam liquorice dengan hormon estrogen (hormon kewanitaan) yang akan menurun ketika mengalami masa menopause. Jadi mengkonsumsi pil ini bisa menjadi alternatif bagi para wanita yang enggan melakukan HRT (Hormone Replacement Therapy).
Peneliti dari Universitas California Selatan memberikan pil yang mengandung ekstrak liquorice (disebut licogen) kepada 51 wanita yang akan mengalami menopause. Para wanita itu lalu mengkonsumsi pil tersebut sekali dalam sehari selama satu tahun. Mereka juga mencatat setiap gejala yang mereka rasakan pada tubuh.
Butuh waktu sekitar 8 bulan bagi para wanita tersebut untuk mengetahui hasil akhirnya. Namun dalam satu tahun, kebanyakan dari mereka mengalami penurunan frekuensi terjadinya rasa panas di tubuh dan keringat di malam hari. Penurunan tersebut sebanyak 80% atau dari 10 kali menurun hingga 2 kali saja.
“Para wanita merasa bahwa pil ini benar-benar bekerja dan membuat perbedaan,” kata seorang peneliti bernama Donna Shoupe sebagaimana dikutip Sidomi News dari Daily Mail. (hlt/des)