AKURNEWS - Pelaksanaan rehab Jembatan Juweh di Desa Jrakah, Kecamatan Selo dikebut dan direncanakan selesai pertengahan bulan November depan. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi kembali terjadinya lahar dingin.

Rehab meliputi pembangunan talut di kedua sisi sungai yang sebelumnya ambrol diterjang banjir lahar dingin gunung Merapi beberapa waktu lalu. Selain itu, juga diperbaiki pula intake atau dam pengumpul material Merapi.

“Proyek ini diharapkan selesai pertengahan bulan depan, sedangkan perbaikan intake sekaligus bisa menjadi pengaman talud jembatan,” ujar Haryono, pelaksana proyek dari PT Waskita Karya ketika dihubungi di lokasi proyek, Kamis (27/10).

Menurutnya, pelaksanaan rehab jembatan saat ini justru terkendala musim hujan yang mengakibatkan banjir di aliran sungai Juweh. “Bila terjadi banjir, maka pengerjaan proyek akan berhenti dulu sembari menunggu air surut,” katanya lagi.

Kepala desa (Kades) Jrakah Kecamatan Selo, Tumar menyatakan jembatan Juweh yang melintang di atas Kali Juweh terancam ambrol setelah talud jembatan ambrol tergerus banjir lahar dingin. Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, maka jembatan dinyatakan tertutup bagi kendaraan truk dan hanya mobil pikap kecil yang diizinkan melintas.”Proyek sepenuhnya dibiayai pemerintah pusat dan Pemkab Boyolali tinggal menerima jadi. Proyek itu dibangun satu paket dengan jembatan gantung di Desa Jrakah,” ujarnya. (byl/Dis)

AKURNEWS - Pemerintah Kabupaten Boyolali mendirikan klinik berhenti merokok sebagai tempat penyuluhan dan terapi bagi perokok pasif ataupun aktif untuk mendukung program kesehatan masyarakat.

"Kami juga menyiapkan mobil klinik keliling program berhenti merokok. Ddiharapkan tahun 2012 mendatang sudah dapat teralisasir termasuk kawasan bebas tanpa asap rokok," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali dr Syamsudin, Senin (24/10).

Syamsudin menjelaskan program dimulai dari komplek pemerintahan hingga seluruh area publik. Sedangkan pendanaan berasal dari bagi hasil cukai tembakau dengan nilai sekitar Rp 2 miliar. Dari dana sebesar itu, selain untuk program kawasan bebas asap rokok, juga dipergunakan untuk mendirikan secretariat penanggulangan HIV/AID dan Surveylence. (byl/Dis)

AKURNEWS - Enam orang calon jamaah haji (Calhaj) asal Kabupaten Boyolali gagal berangkat ke tanah suci karena dua orang meninggal dunia, dua orang hamil dan dua orang lainnya harus membatalkan sesuai inisiatif sendiri.

Menurut Staf Haji Kementerian Agama (Kemenag) Boyolali, Mubazir meski berkurang enam orang, namun rombongan haji tahun 2011 ini menurut Mubasir tetap, lantaran kekosongan tersebut diisi dengan daftar antrian di belakangnya. Sedangkan tahun ini ada 759 orang yang berangkat dan dibagi dalam tiga kloter.

"Jumlah Calhaj tahun ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Sedangkan Calhaj tertua asal Boyolali berasal dari Kecamatan Cepogo, yaitu Amat Samsaini (95). Sementara Calhaj termuda tercatat atas nama Nurul Fadilah (23), warga Kecamatan Sawit." (byl/Dis)
AKURNEWS - Kalangan anggota DPRD Boyolali menyoroti system rekruitmen Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) yang dinilai tidak transparan dan dan tanpa melibatkan anggota dewan. Karena tidak transparan, pemilihan anggota TPHD bisa salah sasaran, terbukti ada anggota yang belum pernah naik haji tetapi menjadi anggota tim TPHD.


“Jumlah anggota tim TPHD Boyolali lima orang. Tetapi unsurnya pun dinilai tidak jelas, sebab ada yang dari kalangan kepala desa (kades). Masak kepala desa jadi TPHD. Padahal yang bersangkutan belum pernah haji. Apa bisa menjelaskan kepada calon haji di Tanah Suci,” kata anggota Komisi IV Agus Ali Rosidi di gedung dewan, Jumat (21/10).

Dia menandaskan, seharusnya anggota TPHD ini dihimpun dari unsur yang jelas, misalnya dari Kementerian Agama (Kemenag) daerah setempat, tenaga medis, dan tokoh agama. Kemudian sebagai bentuk kontrol, perwakilan dari anggota legislatif sangat dibutuhkan. “TPHD ini dibiayai dari APBD, masing masing anggota mendapatkan alokasi Rp 15 juta, karena itu seharusnya dewan diajak bicara,” katanya.

Sementara itu wakil ketua DPRD Boyolali, Fuadi menilai perekrutan TPHD yang melakukan adalah Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Boyolali. Lantaran terkesan diam-diam, Bagian Kesra segera dipanggil untuk koordinasi terkait pemberangkatan TPHD. ”Nanti diagendakan koordinasi, agar tidak terulang musim haji tahun berikutnya,” ujarnya.

Kepala Kemenag Boyolali Hasan Kamal menjelaskan, perekrutan TPHD tersebut memang yang menangani Pemkab setempat. ”Itu (perekrutan TPHD, Red) bukan kami,” jelas dia. Perekrutan dilakukan pemda lantaran anggarannya diambilkan dari APBD. Ada beberapa ketentuan dalam TPHD ini, yakni perwakilan ada yang membayar penuh atau separo. Lalu Pemkab setempat yang memenuhi setengahnya untuk pendampingan haji ke Tanah Suci. (byl/Dis)
AKURNEWS - Sebanyak 124.000 balita di Boyolali akan mendapatkan imuninasi campak dan polio sebagai upaya memutus mata rantai kedua penyekit berbahaya tesebut. Program imunisasi yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali itu diharapkan akan tuntas 24 November mendatang. Khusus bagi balita yang mengalami sakit dan tertunda imunisasinya, Dinkes akan menggelar imunisasi ulang setelah 24 November nanti.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, dr Syamsudin mengatakan, ribuan balita yang ditarget imunisasi campak dan polio tersebar di 19 Kecamatan. “ Pelaksanaan program imunisasi bertahap untuk setiap desa sesuai jadwal yang telah ditentukan untuk masing-masing Kecamatan. Sementara, kegiatan imunisasi untuk masing-masing desa dilaksanakan di Posyandu, “ katanya, Jumat (21/10).

Menurutnya, kebutuhan vaksin maupun logistik penunjang program imunisasi semuanya droping dari pemerintah pusat. Sedangkan pihak Dinkes mengerahkan seluruh personil yang ada di setiap Puskesmas hingga bidan desa di wilayah kerjanya guna menyukseskan program tersebut. “Karena itu diimbau agar seluruh masyarakat, untuk mengikutkan anak balitanya dalam kegiatan imunisasi agar penyakit campak dan polio dapat direduksi,” katanya. (byl/Dis)

AKURNEWS - Pemkab Boyolali menghentikan aktvitas penambangan tradisional di Kali Gandul tepatnya di daerah alirasn sungai di Desa Pusporenggo, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. Penghentian itu dilakukan karena aktivitas yang dilakukan para penambang pasir tradisional itu sudah menimbulkan kerusakan daerah aliran sungai bahkan mengancam dam pemecah arus sungai Gandul yang berfungsi untuk memperkuat pondasi jembatan utama Kali Gandul di Desa Pusporenggo Kecamatan Musuk.

Kepala bagian Perekonomian Pemkab Boyolali, Sri Prihastoro, mengatakan pihaknya sudah mengundang seluruh penambang pasir tradisonal yang beroperasi di daerah itu untuk disosialisasi terkait kebijkan Pemkab Boyolali tersebut. “Bersama Satpol PP kami telah melakukan sosialiasi dan akhirnya warga memahami untuk tidak melakukan penambangan pasir lagi terutama di radius 100 meter dari jembatan Gandul,” katanya, Kamis (20/10).

Dia menjelaskan, keberadaan jembatan Gandul tersebut sangat vital dan harus diselamatkan. Jika tidak, jembatan tersebut terancam ambrol karena sebentar lagi musim hujan datang. Hal itu tentunya akan mengancam banyak aspek masyarakat, terutama dari aspek perekonomian. Sebab jembatan tersebut merupakan akses penghubung antara wilayah Kecamatan Musuk dengan Boyolali Kota.

Sementara itu sosialisasi dilakukan dengan melibatkan perangkat desa setempa maupun Satpol PP Kabupaten Boyolali. Terkait sanksi jika mereka melanggar, Prihastoro mengatakan pihaknya akan berkordinasi dengan para tokoh masyarakat setempat untuk menentukan sanksi yang bisa disepakati bersama bagi penambang pasir yang melanggar ketentuan. (byl/Dis)
AKURNEWS - Kecelakaan karambol yang melibatkan kendaraan pengantar rombongan jemaah calon haji (calhaj) Kabupaten Pemalang terjadi di jalur utama Solo - Semarang tepatnya di ruas Desa Randusari Kecamatan Teras Boyolali, Kamis (20/10). Tabrakan beruntun mengakibatkan tiga kendaraan ringsek dan satu orang mengalami luka.

Korban luka adalah Farikah (21) warga Desa Purana, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang. Korban segera dilarikan ke Puskesmas Teras untuk mendapatkan perawatan intensif.

Korban dievakuasi dari lokasi kecelakaan setelah terjebak dalam mobil yang mengalami ringsek. Peristiwa kecelakaan terjadi saat iringan iringan tujuh mobil rombongan yang baru saja mengantarkan kerabatnya ke Asrama Haji Donohudan Boyolali melaju dari arah timur. Rombongan ini bermasuk pulang kembali ke Pemalang sekitar pukul 08.00 WIB.

Sesampai di pertigaan Randusari, ada Isuzu Panther H-9365-H yang dikemudikan Patmadi (65) warga Jalan Halmahera No 115, Salatiga dari arah barat bermaksud belok ke selatan. Bersamaan dengan itu dari timur muncul iring iringan mobil pengantar haji yang melaju kencang.

Rombongan mobil paling depan berhasil menghindari tabrakan, begitu juga mobil kedua berikutnya lolos dari kecelakaan. Namun mobil berikutnya, Terios B-1172-TOC yang dikemudikan Sorichin (41) warga Desa Purana, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang langsung menghantam mobil Isuzu Panther yang menyeberang jalan tersebut. Mobil Panther terpental menghantam truk pengangkut pasir AD-1413-UA yang ada di lokasi kejadian.

Menurut Sorichin pengemudi mobil Terios, iringan iringan mobil tersebut baru saja mengantar kerabatnya ke Asrama Haji Donohudan Boyolali. “Mendadak ada mobil menyeberang jalan, dua mobil rombongan di depan saya lolos setelah berhasil menghindari dari sisi kanan,” katanya.

Patmadi pengemudi Panther mengaku sebelum berbelok dirinya sudah berusaha menyalakan lampu sein. “Tapi iring iringan mobil dari arah timur melaju kencang sehingga tidak mampu mengerem,” katanya. (byl/Dis)

AKURNEWS - Partisipasi kaum pria untuk mengikuti Program Keluarga Berencana di Boyolai dinilai masih rendah, yakni hanya sekitar 3,1 persen. Rendahnya partisipasi kaum pria untuk ikut dalam program KB salah satunya dikarenakan faktor ketakutan dari kaum pria.

Kepala Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan, Sri Suhartinah mengakui rendahnya partisipasi kaum pria karena kaum pria umumnya takut ada gangguan jika ikut KB jenis MOP akan berpengaruh pada kesehatannya. "Padahal dengan ikuti KB jenis ini tidak ada pengaruhnya kepada kesehatan," katanya, Senin (17/10).

Selain itu adanya opini di masyarakat bahwa urusan KB merupakan urusan perempuan dan bukan urusan kaum laki – laki. Kondisi tersebut juga menjadi kendala meningkatnya pertisipasi KB pria.

Namun demikian, BKBPP berupaya menyadarkan masyarakat, khususnya kaum pria. Di Boyolali, menyebutkan partisipasi KB pasangan usia subur di Kabupaten Boyolali cukup tinggi . Dari jumlah pasangan usia subur sekitar 170 ribu yang mengikuti program KB mencapai 82 persen. Dari jumlah sebanyak itu paling banyak disukai jenis suntik yang mencapai 56 persen disusul IUD 19 persen dan selanjutnya jenis implant sebanyak 12 persen. (byl/Dis)
AKURNEWS - Kalangan petani peternak ikan lele di Kabupaten Boyolali mengeluh akibatnya anjoknya harga yang terjadi di tingkat petani paska panen beberapa hari terakhir ini. Merosotnya harga ikan lele diduga lantaran terjadi over produksi akibat panen raya di sentra produksi ikan lele setelah para peternak mendapat gelontoran bantuan dana dari pemerintah pusat muntuk mendongkrak produksi.

Sapardi (40) pengurus kelompok tani Sejahtera Mandiri Dukuh Tegalrejo, Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, mengungkapkan gelontoran dana bantuan dari permerintah pusat tersebut ternyata tidak disertai dengan terobosan pasar dan peningkatan konsumsi ikan. “Akibatnya harga ikan lele di tingkat petani saat ini jatuh hingga Rp 9.500/kg. Padahal sebelumnya harga stabil di kisaran Rp 10 ribu/kg ke atas,” katanya Senin (17/10).

Produksi lele saat ini cukup melimpah hingga terjadi over produksi. Bahkan di Boyolali diperparah dengan masuknya ikan lele dari luar daerah yang harganya lebih murah, sedangkan paska lebaran lalu permintaan pasar semakin menyusut.”Idealnya harga ikan lele saat ini kisaran Rp 10 ribu/kg ke atas. Di bawah harga tersebut, petani jelas akan merugi, kalau kondisi ini dibiarkan berlarut larut akan mengancam kelangsungan program minapolitan yang dicanangkan pemerintah di Boyolali.

Anggota Komisi IV DPRD Boyolali menyayangkan petani terkena imbas akibat kebijakan pemerintah menggenjot produksi ikan tanpa program solusi peningkatan pasar. Seperti diketahui Boyolali tahun ini mendapatkan gelontoran dana miliaran rupiah dalam program minapolitan untuk menggenjot produksi ikan lele. “Karena itu Pemkab harus memikirkan solusi dari peningkatan produksi supaya petani justru tidak dirugikan,” katanya. (byl/Dis)
AKURNEWS - Sudah sekitar 6 bulan ini Suparjo (35) warga Dukuh Karangandong, Desa Methuk, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali terpaksa dipasung keluarganya karena sering mengamuk. Dia ditempatkan di sebuah rumah kosong yang pengab dan gelap.

Meski Parjo masih bisa bergerak bebas, namun dia tak akan bisa pergi kemana mana karena seluruh jendela rumah dikunci dari luar sedangkan pintu kayu diganti dengan jeruji besi yang juga digembok. Sejumlah wartawan yang menyambangi rumah tersebut tidak diijinkan pihak keluarga untuk memotret kondisi Suparjo yang sesungguhnya.

Menurut penuturan Sujito (55) kakak, Suparjo, keluarganya tidak punya pilihan lain karena kondisi kejiwaan Suparjo yang sering membahayakan keluarga dan tetangganya. Keluarganya pun sering takut berkonuminasi dengannya. “Bahkan untuk pemberian makan atau minum terpaksa dilakukan lewat pintu jeruji,” katanya, Minggu (16/10).

Pemasungan terhadap Suparjo, merupakan kesepakatan keluarga. Karena sudah berkali- kali Suparjo dirawat di rumah sakit, baik di Klaten, Solo maupun Semarang, namun ternyata tidak bisa sembuh secara total dan kembali kambuh. Bahkan istri dan anaknya terpaksa pergi dari rumah hingga sekarang.

Suparjo mengalami kelainan sejak masih sekolah di SD. Awalnya, menurut dia, adiknya memancing bersama sejumlah temannya hingga sore hari. Ikan hasil memancing lalu digoreng dan digunakan untuk lauk makan malam. Tak lama kemudian, Suparjo keluar dari rumah dan tidak kembali namun hingga tengah malam tidak kembali.

Seluruh keluarga kebingungan mencari karena awalnya dikira hanya keluar untuk kencing. Semalaman dicari ke seluruh pelosok kampung namun tidak ditemukan dan baru ditemukan tersesat di gedung SD Methuk. "Sejak saat itu dia mengalami kelainan dan tak kunjung sembuh total, hingga sekarang," katanya. (byl/Dis)
AKURNEWS - Indonesia Global Compact Network (IGCN) sebuah lembaga nirlaba dibawah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) membantu proyek jaringan air bersih di wilayah kekeringan di Desa Cluntang, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. Jaringan air bersih tersebut diproyeksikan mampu memenuh kebutuhan sekitar 2.500 jiwa di sembilan dukuh yang paling parah terkena dampak erupsi Gunung Merapi.

Presiden IGCN, YW Junardy mengatakan program bertajuk "Air Bersih Survivor Merapi" tersebut menelan dana sebesaar Rp 167 juta dibangun di Dukuh Gondang Desa Cluntang Kecamatan Musuk yang merupakan salah satu wilayah yang terkena musibah letusan gunung Merapi pada 2010 lalu. Bencana ini telah menyebabkan tertutupnya sumber air bagi masyarakat sekitar.

“Pembangunan jaringan air bersih itu merupakan salah satu program pemulihan kawasan bencana terutama terkait dengan kebutuhan mendsar bagi warga di kawasan Merapi,” katanya usai penyerahan proyek jaringan air bersih di Dukuh Gondang Desa Cluntang Kecamatan Musuk, Minggu (16/10).

Pembangunan proyek air bersih yang dibuat IGCN, tambah Junardy, mampu menghasilkan debit air sekitar 1,5 liter per 2,6 detik atau sekitar 1.800 liter air per jam. Kapasitas ini setara dengan 43.200 lilter air per hari (24 jam) yang mampu memenuhi kebutuhan air bersih sebanyak 393 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.398 jiwa yang tinggal di 9 dukuh wilayah Desa Cluntang Kecamatan Musuk Kabupten Boyolali.

Selain mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga penduduk di lereng Merapi, jaringan air bersih itu juga mampu memenuhi kebutuhan hewan ternak sapi yang dibudidayakan masyarakat setempat hingga mencapai 393 ekor sapi. Kebutuhan air untuk hewan ternak di kawasan ini juga tak kalah pentingnya karena budidaya hewan ternak merupakan andalan utama sumber penghasilan warga.

Junardy menambahkan,program yang serupa yang merupakan tindak lanjut penandatanganan perjanjian kerjasama dengan LKPM Ellacuria yang didukung para anggota IGCN, Poligon, Ranch Market dan Pucture Me itu juga telah berhasil diselesaikan oleh salah satu member IGCN yakni Rajawali Foundation di Dusun Ngepos, Desa Muntilan, Magelang.

Akibat bencana Merapi lalu, warga memang tidak lagi memiliki air bersih dan harus mengumpulkan tetesan air bersih di sebuah tebing yang berjarak 1 km dari pemukiman penduduk. Dengan medan yang sangat sulit karena terletak di tebing curam terpaksa ditempuh warga setiap harinya karena prasarana air bersih yang pernah ada ikut terkubur lahan dingin. Bahkan pasca bencana, jalur air di dalam tanah pun ikut berubah sehingga warga sulit menemukan sumber air bersih lagi. (byl/Dis)

AKURNEWS - Ikatan Dokter Indonesi (IDI) dan Himpunan Ahli Kesehatan Indonesia (HAKLI) memberi bantuan air bersih bagi warta Desa Bengle dan Desa Bercak, Kecamatan Wonosegoro yang menjadi kawasan terparah.

Ketua HAKLI Boyolali, Eko Budi, Rabu (12/10) menjelaskan bantuan air bersih sebanyak delapan tangki termasuk bantuan pipanisasi sepanjang 500 meter di Desa Repaking serta pompa air."Bantuan air bersih disalurkan ke daerah daerah yang mengalami kesulitan air bersih dalamrangka Hari Bakti Dokter Indonesia ke-103 serta bakti sosial HAKLI dan Hari Kesehatan Nasional," katanya, Rabu (12/10).

Ketua IDI Boyolali, Syamsudin mengatakan, bantuan air bersih ini merupakan tahap pertama dan akan dikirim bantuan serupa dengan jumlah berbeda sehingga mengurangi beban masyarakat saat musim kemarau. (byl/Dis)

AKURNEWS - Program Jaminan persalinan (Jampersal) atau biaya persalinan gratis bagi ibu hamil di Kabupaten Boyolali masih banyak mengalami kendala. Bahkan, dari target 15 ribu kelahiran bayi yang ditanggung jaminan persalinan (Jampersal) di Boyolali, hingga saat ini baru terealisasi hanya sekitar 16 persennya saja.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, dr Syamsudin mengatakan minimnya tingkat serapan Jampersal ini, selain terlambatnya pentunjuk teknis (Juknis) dari pusat, juga terlambatnya dana alokasi Jampersal.

“Hingga saat ini realisasinya baru mencapai 16 persen, karena itu perlu proses sosialisasi ke masyarakat, melalui puskesmas berikut jejaring di bawahnya,” katanya, Rabu (12/10).

Pihaknya akan membuka akses seluas-luasnya kepada ibu hamil untuk mengikuti program persalinan gratis ini antara lain syaratnya akan dipermudah, cukup menyatakan secara lesan sudah dapat mengakses Jampersal, dengan catatan belum terjamin asuransi kesehatan lain. Selain itu untuk rumah sakit pemerintah, puskesmas, serta bidan-bidan desa, tidak perlu membuat kerjasama dengan Dinkes. Namun kerjasama Jampersal tetap wajib dilakukan oleh rumah sakit swasta, poliklinik serta bidan swasta. Langkah ini diambil supaya tidak ada share cost pada rumah sakit swasta karena perbedaan biaya.

Total dana Jampersal di Boyolali, menurut dia mencapai Rp 2,1 miliar. Dana tersebut untuk melayani proses kelahiran 15 ribu ibu hamil normal. Namun bagi proses kelahiran yang tidak normal, maka akan dirujuk ke rumah sakit dan berapapun biayanya akan ditanggung sesuai standar kelas III. (byl/Dis)

AKURNEWS - Pemkab Boyolali menyiapkan sebanyak 50 ribu bibit tanaman produktif untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan milik masyarakat yang selama ini terlantar karen tidak dikelola dengan baik. Saat ini sebanyak 50 bibit tanaman tersebut masih dalam proses persiapan pembibitan melalui program pembibitan rakyat dengan dana dari pemerintah pusat.

Hardono, pengelola pembibitan Kelompok Sari Subur, mengatakan program pembibitan rakyat itu saat ini dilaksanakan di Desa Tanjungsari, Kecamatan Banyudono dengan memanfaatkan lahan tidur milik Pertamina. "Saat ini, program baru dalam tahap persiapan pembibitan, sedangkan benih yang akan disemaikan terdiri dari jati sebanyak 20.000 batang, jabon 5.000 batang, sengon sebanyak 20.000 batang dan jambu mete sebanyak 5.000 batang," ungkap Hardono, Selasa (11/10)

Menurutnya, nantinya seluruh bibit tanamanan akan didistribusikan secara gratis kepada masyarakat. Adapun sasaran penyaluran bibit meliputi Desa Tanjungsari, Trayu, Denggungan, Ngaru- aru, Bendan dan Ketaon. “Bila tahap pertama dinilai berhasil, program akan diperluas ke desa- desa lainya, nantinya akan ada evaluasi menyeluruh. Bila dinilai berhasil maka program akan diperluas untuk mencakup desa- desa lainnya,” katanya.

Kegiatan pembibitan rakyat, tambah dia, dimaksudkan untuk memanfaatkan lahan tidur. Pasalnya, masih banyak lahan atau pekarangan milik penduduk hanya dibiarkan saja tanpa ditanami dengan tanaman produktif. Hal itu disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat maupun ketiadaan benih yang akan ditanam. (byl/Dis)
AKURNEWS - Sebanyak lima rumah warga miskin (gakin) yang sudah tak layak huni akan direhab TNI dalam rangka kegiatan TMMD Sengkuyung tahap II tahun 2011 Kabupaten Boyolali yang dilaksanakan di Desa Jlarem Kecamatan Ampel. Kegiatan yang secara resmi dibuka Komandan Kodim 0724 Boyolali Letkol (Arh) Sukoso Wahyudi, Senin (10/10) juga melakukan pembangunan fisik berupa betonisasi jalan desa sepanjang 2 kilometer.

Koordinator TMMD Sengkuyung Tahap II, Kapten (Inf) Sulasno mengatakan, betonisasi jalan di Desa Jlarem merupakan sasaran pokok kegiatan TMMD di Boyolali.“Sedangkan sasaran tambahannya berupa rehap rumah tidak layak huni serta gerakan penghijauan,” katanya, di lokasi TMMD, Senin (10/10).

Hadir dalam pembukaan TMMD tersebut, wakil bupati Boyolali Agus Purmanto, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, anggota Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) tokoh masyarakat serta tokoh agama di Boyolali. Pembukaan ini juga dimeriahkan perbagai atraksi kesenian daerah.

Menurut Sulasno, untuk kegiatan penghijuan akan ditanam sebanyak 500 batang bibit tanaman keras berupa bibit pohon trembesi. “Kegiatan dalam rangka TMMD ke 87 ini akan dimulai 10 Oktober sampai dengan 30 Oktober 2011,” katanya.

Sementara itu KSAD Jendral TNI Pramono Edhei Wibowo dalam amanatnya yang dibacakan Dandim 0274 Boyolali, Letkol (Inf) Sukoso Wahyudi mengatakan dalam rangka memperkokoh kemanunggalan TNI - Rayat, seluruh prajurit TNI diminta senantiasa menghormati dan memahami adat istiadat dan budaya setempat, serta senantiasaa berinteraksi secara positif dengan masyarakat melalui sikap dan perilaku prajurit TNI yang dihormati dan dicintai rakyat. (byl/Dis)
AKURNEWS - Memperingati setahun erupsi Merapi, warga desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali menggelar ritual sedekah bumi, Senin (10/10). Ritual tradisi warga desa setempat ini digelar di lokasi proyek pembangunan jembatan gantung sekaligus sebagai selamatan dimulainya pembangunan lima jembatan gantung sebagai pengganti jembatan desa yang hancur diterjang lahar dingin gunung Merapi setahun lalu.

Kepala Desa Jrakah, Tumar mengatakan, ritual dilaksanakan oleh warga dua dukuh, yakni Dukuh Sepi dan Dukuh Jarak Desa Jrakah Kecamatan Selo. Dua dukuh inilah yang paling parah terkena dampak banjir lahar dingin gunung Merapi setahun lalu. Selain tanaman pertanian yang hancur, jembatan yang ada di Kali Juweh dukuh Sepi hanyut diterjang lahar dingin. Akibatnya terjangan lahar dingin itu, ribuan warga terisolir.

“Warga khawatir muncul bencana lahar dingin saat musim hujan karena material sisa erupsi Merapi tahun lalu sebagian besar masih mengendap di kawasan puncak Merapi, karena itu warga berinisiatif menggelar ritual ini supaya selamat semuanya,” katanya di lokasi ritual, Senin (10/10).

Ritual sedekah bumi digelar warga di lokasi pembangungan jembatan gantung di Kali Juweh. Warga datang membawa perlengkapan selamatan berupa tumpeng nasi jagung, tumpeng nasi beras, bubur abang putih, hasil bumi, sayur mayur dan lain lain. Di lokasi ritual ini kemudian digelar doa bersama secara Islam dengan dipandu tokoh agama setempat. (byl/Dis)
AKURNEWS - Bangunan oven tembakau berisi puluhan kwintal tembakau asepan senilai Rp 85 juta lebih milik Purwoko (51) warga Dukuh Kuwiran Desa Kuwiran Kecamatan Banyudono Boyolali, ludes terbakar, Minggu (9/10) siang.

Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 9.30 wib ketika para pekerja perusahaan oven tembakau tersebut baru saja menyelesaikan pekerjaaanya membakar kayu untuk mengeringkan tembakau di dalam bangunan oven tersebut.

Usai membakar kayu untuk pengasapan oven para pekerja langsung pergi meninggalkan ruangan untuk sarapan pagi. Saat itulah diduga kayu bakar yang telah menyala tersebut berkobar karena bercampur dengan berambut (sekam padi) yang dimasukan di ruangan tersebut.

“Tahu tahu api sudah membesar dan membakar atap bangunan oven,” kata Sriyanto (56) warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian.

Kobaran api terus merembet ke bangunan oven sebelah timur hingga warga yang berusaha membantu memadamkan api semakin sulit menjinakan si jago merah. Beruntung dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Boyolali segera tiba di lokasi kejadian sehingga api dapat dijinakan dan tidak merembet ke bangunan lainnya. Api baru padam sepenuhnya sekitar pukul 11.30 wib. (byl/Dis)

AKURNEWS - Stiker Daftar Pencarian Orang (DPO) tersangka tindak pidana terorisme mulai disebarluarkan di seluruh wilayah Boyolali. Pemasangan stiker DPO itu secara simbolis dilakukan oleh Kabag Ops Polres Boyolali, AKP Edi Wibowo di terminal Sunggingan Boyolali, Jumat (7/10) siang.

“Tahap pertama ini akan disebarluaskan sebanyak 500 eksemplar stiker DPO tersangka tindak pidana terorisme yang akan dipasang di termpat tempat strategis di Boyolali Kota seperti terminal, pasar, pusat keramaian dan hingga angkutan umum, selanjutkan nanti akan segera dilakukan penyebaran tahap berikutnya di 19 kecamtan di Boyolali,” kata Kabag Ops Polres Boyolali, AKP Edi Wibowo, Jumat (7/10).

Penyebarluasan stiker DPO, tambahnya, diharapkan agar masyarakat bisa mengenali dan mengendifikasi para tersangka tindak pidana terorisme yang diduga masih berkeliaran di tengah masyarakat luas. “Jika ada anggota masyarakat yang mengenali orang yang ada dalam DPO tersebut, segera lapor polisi terdekat,” katanya.

Dikatakan, selain penyebaran stiker DPO, Polres Boyolali juga akan melakukan upaya lain seperti pemantauan tempat kost dan lokasi mencurigakan lainnya. “Untuk tempat kost akan kami lakukan pendataan ulang akan lebih mudah dilakukan pemantauan,” katanya. Bagi masyarakat maupun Ketua RT diharapkan tidak segan segan melaporkan ke polisi jika ditemui ada warga baru yang mencurigakan. (byl/Dis)

AKURNEWS - Heru Riwayanto, sopir bus PO Curugsewu (sebelumnya ditulis PO Handoyo) diperkirakan mengantuk saat melintasi kawasan Dukuh Ngangkruk, Desa Penggung, Kecamatan Boyolali Kota sehingga membuat kendaraan umum yang dikendarainya masuk jurang dan menewaskan dua orang penumpangnya, Rabu (5/10) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat melintasi lokasi kejadian minibus mendadak oleng dan langsung melesat ke sisi kanan masuk jurang sedalam 15 meter.

Sejumlah penumpang mengalami terjepit di dalam jok bus yang ringsek. Seluruh korban langsung dilarikan ke beberapa rumah sakit di Boyolali. Sebagian mengalami patah tulang, begitu juga si pengemudi yang mengalami luka patah tulang.

Sebagian besar korban kini dirawat intensif di Rumah Sakit Pandan Arang Boyolali. Dua orang korban tewas masing masing Yatemi (53) dan Nurwati (50) keduanya warga RW 6 Desa Weleri Kecamatan Weleri Kabupaten Kendal.

Sedangkan korban luka berat dan ringan yang masih dirawat di rumah sakit antara lain, Tumini (49), Bobi Kusuma (8), Edi Solikin (35), Supriayadi (30), Samuri (20) , Nur Mudrika, (28), Dawam (49), Mabari (30), Umi Komsanah (50), Muhadi (59). Para korban diirawat di sejumlah rumah sakit, antara lain RS Umi Barokah (3 orang), PKU Aisiyah Muhammadiyah (3 orang) dan RS Pandan Arang Boyolali. Semua korban tewas dan luka adalah warga Rw 6 Desa Weleri Kecamatan Weleri Kabupaten Kendal.

Kapolres Boyolali, AKBP Romin Thaib didampingi Kasatlantas AKP Sugino, mengungkapkan jumlah korban yang dirawat mencapai 20 orang, termasuk dua orang tewas. Penyebab kecelakaan maut tersebut masih dalam penyelidikan. “Dua orang tewas, lainnya luka ringan dan dirawat di tiga rumah sakit, sedangkan penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan,” ujar Kapolres.

Diberitakan sebelumnya Minibus PO Curugsewu bernomor polisi H-1423-GD mengalami kecelakaan masuk jurang di Penggung, Boyolali, Rabu (5/10) sore. Sebanyak dua orang meninggal dunia dalam kejadian ini, sementara sekitar 18 orang lainnya mengalami luka parah.

Minibus yang berpenumpang sekitar 25 orang ini merupakan kendaraan carteran yang disewa oleh warga Waleri, Kendal yang mengantarkan keluarga mereka di Asrama Haji, Donohudan, Surakarta. Saat kejadian, bus yang dikemudikan Heru Riwayanto ini melaju dari arah Surakarta menuju arah pulang ke Kendal melalui Boyolali. (byl/ika)

AKURNEWS - Kebakaran hutan di Gunung Merbabu hingga hari ke-7, Senin (3/10), belum sepenuhnya padam. Kebakaran diperkirakan telah menghanguskan lebih 200 hektare hutan di kawasan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (GTNGM). Kawasan yang terbakar ini jauh lebih luas dibangding kebakaran terakhir tahun 2002 lalu yang hanya mencapai 25 hektare.

Saat ini pemadaman difokuskan di kawasan lereng Merbabu di daerah Kecamatan Ampel. “Kami belum berani menyampaikan api sudah padam total, mayoritas memang sudah dapat dikendalikan, namun kami khawatir api bisa muncul lagi karena saat ini anginnya sangat kencang terutama di kawasan Ampel,” ungkap Dulhadi, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNG), Senin.

Kawasan hutan yang berhasil dipadamkan menurut Dulhadi, yakni hutan di kawasan Kecamatan Selo, Getasan, Sawangan, dan Pakis. Sementara kebakaran yang terjadi di wilayah Ampel menurut Dulhadi, tim petugas masih harus berada di lokasi untuk memadamkan api. “Diharapkan Selasa (4/10) api dapat dipadamkan secara keseluruhan,” katanya.

Saat ini, tambahnya, tim dan relawan yang membantu pemadaman, difokuskan ke wilayah Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali semua karena di kawasan ini masih ada kobaran api. Dulhadi menambahkan, kondisi medan di wilayah Ampel menurut dia menjadi kendala upaya pemadaman api. Selain banyak jurang-jurang. Kawasan hutan Merbabu di wilayah Ampel yang terbakar di antaranya meliputi kawasan Desa Jlarem dan Sampetan, serta Desa Ngadirojo, Kecamatan Ampel. (byl/ak)