AKURNEWS - Perpustakaan Kota Yogyakarta menyelenggarakan Final Lomba Ibu Membaca Cerita se-Kota Yogyakarta Tahun 2011. Kegiatan ini diikuti oleh 23 peserta, yang terdiri dari ibu rumah tangga dari taman bacaan masyarakat, PKK, PAUD, PKBM serta masyarakat umum di wilayah Kota Yogyakarta.

“Tema kegiatan ini adalah ‘Membangun Generasi Bangsa melalui Tutur Kata dalam Cerita’. Diharapkan ibu-ibu peserta lomba dapat? memberikan keteladanan membaca sekaligus mengajarkan tata nilai kehidupan kepada anak di tingkat keluarga maupun masyarakat,” terang Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Yogya Sri Sulastri, Jumat (21/10).

Di babak final ini para peserta wajib membawa alat peraga berupa buku, dan diperkenankan membawa alat peraga tambahan serta suporter dari wilayahnya masing-masing secara terbatas. Dewan juri lomba ini terdiri dari M. Adhisupo (wartawan KR), Afia Rosdiana, (akademisi), dan Tulus Widodo (budayawan).

“Pemenang Lomba Ibu Membaca Cerita se-Kota Yogyakarta Tahun 2011 ini berhak mendapatkan trophy, sertifikat, dan uang pembinaan sebesar Rp. 1.250.000 untuk Juara I,? Rp. 750.000 untuk Juara II, Rp. 500.000 untuk Juara III,” pungkasnya. (jog/Den)

AKURNEWS - Petugas Polsek Imogiri menggelar razia video porno di sejumlah sekolah diwilayahnya, Kamis (27/10) siang. Selain untuk menjaring video asusila, petugas juga menyasar senjata tajam serta obat terlarang.

Seperti yang digelar di SMAN 1 Imogiri, ratusan HP milik siswa disita untuk keperluan pemeriksaan. Namun petugas mengelak razia dilakukan karena heboh isu video mesum yang melibatkan dua murid siswa SMP di Kecamatan Imogiri.

Kepala SMAN 1 Imogiri, Drs Endah Hardjanto MPd menilai, langkah petugas melakukan razia tepat untuk memantau perilaku siswa. Endah menegaskan sebelum petugas melakukan razia, pihaknya bersama Bimbingan dan Konseling (BK) SMAN 1 Imogiri secara berkala melakukan pengecekan HP anak didiknya. "Kami telah melakukan pemeriksaan, dan saya kira bila petugas ikut terlibat akan memberi dampak positif untuk membangun moral generasi muda," jelasnya.

Razia ini kata Endah, tidak sebatas HP para siswa, tetapi meluas pada senjata tajam dan obat terlarang yang mungkin dibawa siswa. Bila ditemukan, baik video atau senjata dan obat akan dilakukan pembinaan. "Tentunya pembinaan dilakukan bersama, baik petugas dan dari sekolah, karena masalah hukum polisi lebih menguasai," ujar Endah.

Pejabat sementara (PS) Provost Mapolsek Imogiri, Aiptu Puji Raharja menampik tudingan, bila razia HP di sekolah-sekolah di Imogiri terkait dengan terbongkarnya kasus video mesum yang dilakukan dua siswa dan siswi SMP di Imogiri. "Ini tidak ada kaitannya dengan video itu, ini rutin dilakukan," tegas Puji kepada wartawan.

Sementara terkait heboh video mesum yang diduga dilakukan pelajar SMP di Objek Wisata di kebongagung, menurut informasi petugas Polsek Imogiri telah menyidik kasus tersebut. " Video itu dilakukan dua murid SMP di Imogiri, tetapi lain sekolah," jelas sumber KRjogja.com yang enggan disebut namanya. (jog/Roy)
AKURNEWS - Komisi A DPRD Sleman masih menemukan adanya beberapa hal yang belum berjalan maksimal dalam proses pembuatan KTP elektronik (e-KTP), terutama untuk alat operasional petugas. Di Kecamatan Turi misalnya, masih ditemukan kerusakan alat, sehingga program e-KTP baru efektif dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober 2011 dari target awal semula pada awal bulan Oktober.

Kendala lain yang sering dijumpai dan hampir merata di tiap kecamatan di Sleman yakni sering putusnya aliran listrik. Sementara jika dipaksakan menggunakan genset akan cukup berisiko, terutama pada alat perekam.

“Kendala lain adalah biaya untuk operasional petugas saat ini masih menggunakan dana pribadi atau hutang di koperasi. Sebabnya, Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahun 2011 belum bisa dicairkan,” kata Ketua Komisi A DPRD Sleman, Rendradi di ruang kerjanya, Rabu (26/10).

Sebenarnya, kata Rendradi, partisipasi warga cukup tinggi untuk mengikuti program e-KTP ini, namun hal tersebut tidak didukung dengan kesiapan dari pemerintah, baik tingkat pusat, provinsi, kabupaten hingga kecamatan. “Partisipasi masyarakat cukup tinggi, namun harus diimbangi dengan kesiapan pemerintah,” ucapnya.

Di Kecamatan Turi, dari 29.500 wajib KTP setidaknya telah 1.271 warga yang memenuhi undangan. Sementara di Pakem dari 31.559 terpenuhi 2.953 dan di Cangkringan dari 25.000, warga yang datang mencapai 4.371 orang. Di Kecamatan Cangkringan, setiap hari angka kehadiran warga pembuat e-KTP mencapai 90 persen dari total undangan yang dibagikan kepada warga.

Apresiasi khusus diberikan Komisi A DPRD Sleman kepada petugas e-KTP yang bekerja hingga lembur. Selain itu, petugas juga bekerja pada hari libur, terutama Sabtu untuk melayani warga yang tidak datang pada hari kerja. “Kondisi ini harus dipikirkan oleh pemerintah terutama untuk pemberian uang lembur,” tegasnya. (jog/dis)

AKURNEWS - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman meminta masyarakat mewaspadai munculnya berbagai penyakit saat musim hujan, dan untuk menghindarinya diperlukan perilaku hidup bersih dan sehat. Selain penyakit demam berdarah dengue (DBD), penyakit lain yang wajib diwaspadai adalah Leptospirosis, diare, serta muntah dan berak (muntaber).

"Pada musim hujan biasanya muncul sejumlah penyakit, dan ini harus diwaspadai masyarakat. Kami pun menjadikan target pencegahannya, yaitu penyakit menular yang bisa mewabah serta dapat mengakibatkan kematian jika tidak segera ditangani," kata Kepala Dinas Kesehatan Sleman Mafilindati Nurani, Selasa (25/10).

Ia mengatakan untuk pencegahan penyebaran DBD, dilakukan dengan pemberantasan sarang nyamuk, menutup tempat penampungan air, dan sering membersihkan bak mandi. "Berbagai sosialisasi kesehatan juga akan kami lakukan, dengan tujuan utamanya memberikan penyadaran kepada masyarakat, sekaligus bagi petugas kesehatan," katanya.

Mafilindati mengatakan sasaran sosialisasi kesehatan tidak hanya warga masyarakat, tetapi juga petugas kesehatan yang wajib berhati-hati saat menghadapi penderita. "Ini untuk meminimalkan kesalahan diagnosa, karena beberapa penyakit menular berbahaya memiliki gejala yang hampir mirip," katanya.

Ia mengatakan target dalam pemberantasan penyakit adalah warga bisa atau boleh saja sakit, tetapi jangan sampai ada korban meninggal karena kesalahan diagnosa maupun keterlambatan penanganan. "Memang idealnya jangan sampai ada wabah penyakit maupun warga masyarakat jatuh sakit. Namun, kondisi tersebut sangat kecil kemungkinan terwujud, sehingga boleh saja ada yang sakit, tetapi jangan sampai terjadi salah diagnosa dan ada penderita yang meninggal," katanya. (Ant/Van)

AKURNEWS - Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) baik terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Gunungkidul meningkat dibanding pada tahun 2010. Memasuki akhir 2011 jumlah kasus sudah mencapai 51 orang, sedangkan pada tahun 2010 hanya tercatat sebanyak 42 orang.

“Dari sebanyak 51 kasus KDRT yang menimpa anak mencapai 23 kasus. Angka peningkatan tersebut cukup mengundang perhatian karena pada 2010 lalu jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang hanya mencapai 42 kasus terbanyak didominasi korban perempuan mencapai 22 menimpa orang,”ungkap Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan KB Kabupaten Gunungkidul, Siti Isnaini Dekoningrum di Wonosari, Selasa (25/10).

Sementara kasus kekerasan terhadap anak-anak terbanyak berupa pelecehan seksual dan perkosaan. Sedangkan, untuk perempuan dewasa menyangkut kekerasan fisik dalam rumah tangga dengan pelaku suaminya. (jog/Bmp)

AKURNEWS - erhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY berharap pelaksanaan ogja Java Carnival (JJC) menjadi magnet bagi wisatawan untuk menambah lama tinggal dan okupansi sudah mencapai 90 persen.

Demikian dikatakan Ketua Umum PHRI DIY Istijab Danunagoro, Sabtu (22/10). Menurutnya untuk menunjang lama tinggal wisatawan harus ditunjang dengan aneka hiburan malam seperti karnaval hingga sendrta tari.

Istijab menjelaskan tingkat hunian hotel bintang yang ada di kawasan Malioboro seperti Ibis, Melia, Inna Garuda, Santika mencapai 100 persen, sedangkan hotel non bintang atau melati tingkat huniannya bisa mencapai 70 persen. Sedangkan lama tinggal mencapai 3 malam.

"Selama ini turis Jepang, Taiwan, Belanda, Prancis dan Jerman tertarik menyaksikan sendra tari Ramayana. Jadi alangkah baiknya jika ada kegiatan malam lain yang membuat turis bermalam di DIY, salah satunya karnaval JJC ini," ujarnya. (jog/Fir)

Foto: Firha N
AKURNEWS - Forum Mahasiswa Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar) Bujang Dare Kayong (Bedayong) menggelar Pesta Seni dan Budaya Dayak Se-Kalimantan IX 2011 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pada 20 hingga 22 Oktober 2011. Perhelatan yang menghadirkan 20 stand yang berisi berbagai produk khas Kalimantan dari kerajinan, pakaian, rumah adat, tarian bahkan tatto khas Kalimantan juga dapat ditemukan disini.

Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Kartius menyatakan kebanggaan dan apresiasinya kepada para pelajar dan orang-orang Kalimantan yang merantau dan menuntut ilmu di DIY tidak melupakan adat istiadat dari tanah kelahirannya.

"Saya salut generasi muda asal Kalimantan ini masih peduli dengan pelestarian adat istiadat kampung halamannya terlebih mereka justru membantu memperkenalkan dan mempromosikan budaya Dayak kepada masyarakat luas bahkan bagi turis mancanegara di Kota Yogyakarta yang dikenal dengan Kota Seni dan Budaya ini," ujarnya di TBY, Jalan Sriwedani Yogyakarta, Kamis (20/10).

Kartius mengungkapkan perhelatan yang mempunyai tajuk 'Kontiuitas Keberagaman Budaya Dayak dalam Cerminan Budaya Nasional' ini diharapkan dapat memicu dan memperkuat kegotong royongan dan kebersamaan yang menjadi tradisi dalam rumah Panjang ditumbuhkan kembali oleh pelajar dan mahasiswa Dayak yang sedang belajar di DIY.

"Peran serta kami bekerjasama dengan Sekretariat Bersama Pelajar Mahasiswa Kalimantan Barat (Sekber PMKB) berupaya menyuguhkan sajian etnik yang unik bagi pengunjung," ujarnya.

Dalam pameran ini, ditampilkan kerajinan khas Kalimantan, pementasan kesenian dan festifal tari yang akan menyajikan budaya Dayak. Selain itu, pihaknya juga menyelenggarakan seminar budaya tentang Menggugat Eksistensi Budaya Dayak dalam Keindonesiaan, lomba esai serta vokal grup lagu-lagu Dayak.

Ditambahkan Kepala Dinas Pariwisata DIY, Tazbir Abdullah yang mengatakan kegiatan ini merupakan wujud dari multikultur yang dapat hidup berdampingan satu sama lain di DIY. Hal ini merupakan bukti nyata DIY memang Istimewa yang dapat menerima semua keberagaman dan perbedaan menjadi satu dan hidup dalam kerukanan.

"Acara seperti ini perlu diikuti provinsi-provisi lain untuk menampilkan dan memperkenalkan potensi dan pariwisatanya masing-masing. Hal ini untuk mendukung sekaligus memperkenalkan kekayaan nusantara," pungkasnya. (jog/Fir)

AKURNEWS - PT Piaggio Indonesia selaku Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) untuk semua semua produk dibawah brand portofolio Piaggio Group, memperluas jaringan dealer ke wilayah Semarang, Solo, dan Yogyakarta untuk mendongrak penjualan. Kehadiran produsen motor asal Italia ini sekaligus memperkenalkan empat tipe produk Piaggio Vespa yang akan dipasarkan.

Presiden Direktur PT Skuterindo Mandiri Lestari Area DIY, Jateng dan Sumatera, Aditya Syahrial mengungkapkan pihaknya kembali ekspansi pasar motor Indonesia, karena saat ini pasar motor di Indonesia sangat menjanjikan. Indonesia menduduki posisi ketiga untuk pasar motor di dunia setelah Cina dan India. Dalam setahun terakhir, penjualan sepeda motor pada tahun ini mencapai 8 juta unit.

"Maka mulai bulan Oktober 2011, para pecinta Vespa dan Piaggio sudah dapat melihat produk unggulan di beberapa titik lokasi di wilayah Semarang, Solo, dan Yogyakarta," ujarnya di Plaza Ambarrukmo Yogyakarta, Rabu (19/10)

Aditya menjelaskan khusus DIY pengenalan produk akan mulai dapat dilihat di Mall Ambarrukmo Plaza pada 18 hingga 27 Oktober. Sementara showroom Vespa dan Piaggio akan siap hadir di bulan Oktober-November 2011 di Jalan Jenderal Sudirman No 374 A Semarang, Jalan Yos Sudarso No 248 C Kraton Solo, dan Jalan Laksda Adisucipto km 8 No 19 Yogyakarta. Sedangkan di kota Magelang, Tegal, Pekalongan, Purwokerto, dan kota-kota lain di Jawa Tengah akan segera menyusul.

Menurutnya, DIY menjadi salah satu kota yang akan dibidik oleh Piaggio karena pasar di DIY sangat menjanjikan. Karakteristik masyarakat DIY sesuai dengan tagline yang dibawa oleh pabrikan asal Italia ini. Vespa telah menjadi suatu ikon fashion yang identik dengan gaya klasik Italia serta tidak tergerus oleh waktu.

"Dengan desain yang cantik serta pilihan banyak warna yang menarik, Vespa menawarkan gaya kepada individu cerdas dan sukses untuk merasakan keunikan dan gaya hidup ala Italia terkini," tambahnya.

Sedangkan tujuan didirikannya showroom sales, servis, dan spare part atau 3S ini dalam rangka memperluas jaringan dealer dan bertanggungjawab untuk layanan purna jual terutama dukungan teknis dan juga ketersediaan spare part.

Lebih lanjut dijelaskanya ada empat tipe produk Piaggio yang saat ini akan dipasarkan di kota Semarang, Solo, dan Yogyakarta, yaitu Piaggio ZIP 100 seharga Rp 14,5 juta, Piaggio Liberty 150 seharga Rp 24,2 juta, Vespa LX 125 Carburator seharga Rp 24,75 juta, dan Vespa LX 150 seharga Rp 26,75 juta.

"Kami menyasar kelas matik dengan kisaran harga Rp 14 jutaan hingga Rp 24 Jutaan," pungkasnya. (jog/Fir)
AKURNEWS - Memasuki penghujung musim kamarau tahun ini, sejumlah wilayah dataran tinggi di Bantul ratusan warga mulai kelabakan mencari air bersih. Kebanyakan sumber air debit airnya terus menyusut, dampaknya warga merasa perlu segera disokong air khusus untuk kebutuhan makan dan minum.

Sumur warga di Desa Muntuk Kecamatan Dlingo Bantul, misalnya dalam dua pekan terakhir mengering. Kenyataan pahit itu direspons Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana ) Bantul dengan menggelontorkan sedikitnya 222 tangki air bersih yang disebar ke daerah krisis.

Koodinator Tagana Bantul, Dhony Kristanto mengatakan, dalam dua pekan ke depan sekitar 190 tangki didistribusikan ke daerah krisis air bersih. Sementara 22 tangki telah disalurkan pekan sebelumnya.

Dhony merinci, 190 tangki dialokasikan untuk Kecamatan 100 tangki, Piyungan 40 tangki, Kasihan 30 serta Imogiri 20 tangki. “ Data daerah rawan air bersih itu hasil pendataan kecamatan, desa, dan dusun sehingga kami dari Tagana tinggal droping ke daerah kering,” jelasnya disela pendistribusian air bersih di Dusun Tangkil, Desa Muntuk, Rabu (19/10).

Kepala Desa Muntuk Kelik Subagyo SE mengakui, belasan dusun di wilayahnya memang dilanda krisis air bersih. Sebagian besar sumber air di sumur warga lenyap. “Saat ini memang menjadi puncak krisis air di wilayah ini, jumlahnya ada, tetapi sangat minim sekali. Sementara banya penampungan kosong,” katanya. (jog/Roy)

AKURNEWS - Dinas Pertanian (Distan) DIY akan menggelar pelatihan dan apresiasi kepada 50 takmir masjid di DIY menjelang Idul Adha pada 26 hingga 27 Oktober 2011 mendatang. Pelatihan selama dua hari yang diadakan di Kantor Distan DIY akan memberikan teori dan praktek pemilihan dan penyembelihan hewan kurban yang memenuhi syarat atau layak disembelih.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmaver), Haris Handono mengatakan sejak tahun 2006 telah diselenggarakan apresiasi ini untuk memberikan pelatihan dan praktek kepada takmir-takmir masjid perwakilan dari kabupaten dan kota terkait pemilihan hewan kuran dan tata cara penyembelihan hewan kurban.

"Berdasarkan data dari Departemen Agama tahun 2010 jumlah masjid di DIY telah mencapai 6.800 sedangkan takmir masjid yang telah diberikan pelatihan baru 360 orang karena setiap tahunnya kita hanya mampu melatih 50 takmir masjid karena keterbatasan anggaran," ujarnya saat ditemui di Jalan Gondosuli Yogyakarta, Rabu (19/10).

Haris menjelaskan upaya pelatihan ini merupakan hasil kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada (UGM), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Distan DIY agar para takmir masjid yang melakukan proses penyembelihan dan pemotongan hewan mengetahu tata cara yang benar dan sesuai kaidah agama yang disayaratkan.

"Dengan adanya apresiasi ini dapat meningkatkan pengetahuan baik secara teori maupu praktek para takmir masjid agar tidak terjadi kesalahan dalam pemotongan hewan kurban, mengingat tidak sembarang orang bisa melakukan pemotongan hewan kurban tersebut," katanya.

Selain itu, pihaknya bekerjasama dengan Kedokteran Hewan UGM akan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban atau monitoring sejak H-14 hingga H-7 bagi para pedagang hewan kurban baik yang ada di pasar hewan maupun pedagang musiman hewan kurban. (jog/fs)

AKURNEWS - Rencana PDAM Tirtamarta Yogyakarta mengambil air bersih dari sumber air di Magelang belum terlaksana. Pengambilan air yang rencananya untuk menambah pasokan air Kota Yogyakarta ini belum terrealisasi lantaran terkendala masalah komunikasi, yakni perihal kewenangan wilayah dimana titik sumber air tersebut masuk dalam Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Plt Dirut PDAM Tirtamarta Yogyakarta, Dwi Agus Triwidodo mengungkapkan, kewenangan untuk meminta air kepada pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng merupakan kewenangan Pemprov DIY. Hingga kini, rencana itu masih dicoba dibahas oleh sekertariat bersama (sekber) Yogyakarta, Sleman dan Bantul (Kartamantul).

"Sesegera mungkin hal ini akan diusahakan. Kami akan minta Sekber Kartamantul menjembatani komunikasi Pemprov DIY ke Pemprov Jateng," ujar Dwi Agus usai mengikuti raker dengan komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Selasa (18/10).

Dwi Agus menambahkan, penambahan air dari Magelang penting dilakukan untuk meningkatkan debit air di Kota Yogyakarta yang saat ini mencapai sekitar 500 liter per detik. Jumlah ini menurun 10 persen dari jumlah sebelum pipa air dari Umbul Wadon yang rusak akibat erupsi Merapi.

"Untuk mengatasi kurangnya air, terpaksa pengaturan air dilakukan berkala, dengan mengurangi di beberapa titik," imbuhnya.

Sementara anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Bagus Sumbarja mengaku, pihaknya memberi waktu PDAM selama dua minggu untuk memetakan berbagai kendala untuk meminta air dari Magelang. Menurutnya, pengambilan air dari Magelang harus dapat dilakukan, mengingat sumber air di kawasan tersebut cukup melimpah dan debit airnya cukup tinggi, meski memasuki musim kemarau.

"Dua minggu lagi kita tunggu hasilnya, akan kita serahkan ke DPRD Provinsi DIY. Kita akan desak DPRD DIY menyampaikan ke Pemprov DIY untuk mengusahakan air kepada Pemprov Jawa Tengah," ujarnya. (jog/Den)

AKURNEWS - PT. Medialink bekerjasama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) DIY akan menggelar kembali pameran makanan dan minuman terlengkap, Pesona Pangan Nusantara (PPN) ke-6 di Hall A Jogja Expo Center (JEC) pada hari Jumat (21/10) hingga Selasa (25/10) mendatang. PPN 6 yang akan menghadirkan aneka makanan dan minuman serta berbagai produk pendukung dimana pelaku bisnis kuliner dapat melakukan pencitraan positif terhadap produk barunya.

Ketua Panitia PPN 6, Imam mengatakan, pameran yang menyuguhkan berbagai kreasi makanan dan minuman serta produk pendukung berkaitan dengan industri makanan dan minuman Indonesia. Kemeriahan pameran ini akan didukung dengan berbagai acara menarik diantaranya lomba masak makanan trafisional kreasi umbi-umbian yang diadakan sebagai ajang adu kreativitas dan turut serta menggalakan konsumsi pangan alternatif.

"PPN 6 merupakan media yang efektif sebagau salah satu strategi periklanan dan promosi dimana berdasarkan transaksi selama berlangsungnya PPN 5 tahun 2010 lalu tercatat nilai transaksi mencapai Rp.750 juta, hal ini menjadi selling point yang nyata bagi pameran. Untuk target transaksi PPN kali ini diharapkan dapat melampai nilai transaksi PPN 5 lalu," ujarnya di Yogyakarta, Selasa (18/10).

Disamping sebagai ajang penjualan produk, Imam menjelaskan PPN 6 akan menjadi media pencitraan positif bagi partisipan, mendekatkan produk pada khalayak, mengenalkan inovasi produk, memperluas jaringan bisnis dan kegiatan komunikasi pemasaran lainnya.

Untuk partisipan atau peserta akan diikuti binaan Disperindagkop DIY, binaan Pertamina Semarang, binaan Disperindagkop Jawa Tengah, binaan Disperindagkop Kutai Kartanegara, binaan Jamsostek Semarang dan dari pebisnis kuliner swasta.

Kegiatan ini jugaa akan diisi dengan panggung pameran yang akan menampilkan berbagai produk inovasi dan kreasi makanan dan disajikan musik akusti untuk mengiringi pengunjung dalam berwisata kuliner. (jog/Fir)
AKURNEWS - Pedagang dan perangkat Desa Sidomulyo Bambanglipuro, Kabupaten Bantul menilai, keberadaan pedagang unggas dan klitikan di Pasar Turi Desa Sidomulyo harus segera dipisahkan. Bila tak segera dilakukan, kamacetan, kesemrawutan serta bau "apek" di kawasan itu tidak bisa terelakkan. Tidak hanya itu, jadi satunya pasar unggas dan pedagang kebutuhan pokok dinilai kurang baik untuk kesehatan pengunjung serta penjual di pasar tersebut.

Lurah Desa Sidomulyo Bambanglipuro Bantul, Edy Murjito SPd, Selasa (11/10) mengatakan, wacana pemisahan pedagang unggas, klitikan dengan pedagang pasar memang sangat mendesak. Semua dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kesehatan serta kelancaran arus lalulintas di kawasan itu. Edy mengakui, meski "pasaran" di pasar tradisional itu lima hari sekali, namun hal tersebut sudah menimbulkan kemacetan di ruas jalan sisi barat pasar Turi. Semua terjadi karena melubernya para pedagang klitikan dan pakaian di tepi badan jalan. Lebih memprihatinkan lagi, pedagang unggas di sisi utara bersinggungan langsung dengan ratusan penjual kebutuhan pokok.

Menurutnya penjual unggas serta klitikan sebaiknya segera dibuatkan lokasi baru di bekas gedung SD Turi yang kini belum terpakai setelah kebijakan "regrouping" sekolah. Lokasi baru yang sodorkan Edy hanya berjarak 500 meter utara Pasar Turi.

"Kami berharap Pemda Bantul membangun lokasi baru untuk pasar unggas dan klitikan, karena bila jadi satu di Pasar Turi menimbulkan kesemrawutan dan kurang baik untuk kesehatan," jelas Edy.

Sementara Madio, pedagang itik warga Parangtritis Kretek Bantul mengatakan, memang perlu segera dilakukan pemindahan bila ingian mencipatakan pasar yang sehat. Apapun alasannya, bila pasar unggas berbaur jadi satu dengan kebutuhan pokok tidak baik dari segi kesehatan. (jog/Roy)

AKURNEWS - Persoalan terkait paugeran (peraturan) di Kraton yang mengemuka dalam perkembangan pembahasan Rancangan Undang Undang Keistimewaan (RUUK) DIY diharapkan tidak memberikan kebingungan terutama bagi masyarakat. Pasalnya, kemunculan berbagai pendapat baik di lingkungan kerabat Kraton sendiri akan menimbulkan pertanyaan masyarakat.

Ketua DPRD DIY, Youke Indra Agung mengungkapkan, untuk berbicara mengenai persoalan Kraton, perlu adanya saluran resmi yang bisa dijadikan pegangan. Terlebih, Kraton sebagai suatu entitas yang dihormati harus memiliki jalur yang resmi pula dalam menyatakan pendapat. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari kebingungan ketika ada pendapat yang berseberangan antar kerabat Kraton.

"Kalau mau bicara Kraton, kita harus tau benaR representasi Kraton itu siapa. Tidak semua orang Kraton bisa mengeluarkan pendapat. Kalau berbicara soal tahta Sultan misalnya, ya beliau yang kita jadikan pegangan," ujarnya di gedung DPRD DIY, Selasa (11/10).

Dalam perkembangan terakhir, Sultan sempat menyatakan keinginan adanya perubahan dalam paugeran Kraton. Hal tersebut dimaksudkan sebagai bentuk penyesuaian Kraton dengan kondisi terkini masyarakat termasuk dalam perkembangan tata pemerintahan. Sementara, beberapa kerabat Kraton lain justru menyebut tidak perlu ada perubahan dalam paugeran Kraton.

Menyikapi hal tersebut, Youke berharap agar masyarakat tetap menghormati sikap apapun yang diputuskan Kraton. Namun demikian, perlu dijadikan catatan bahwa suara yang disampaikan Kraton tersebut harus tetap melalui jalur yang resmi.

"Pernyataan itu perlu dicermati resmi atau tidak dari Kraton. Karena Kraton sebagai suatu entitas juga harus melalui saluran resmi. Kami secara prinsip dari DPRD akan tetap mengikuti suara resmi Kraton. Harus ada jalur juru bicara resmi Kraton. Dan kita hormati sikap Kraton, pegang apa yang disampaikan Ngarso Dalem," tandasnya. (jog/Ran)
AKURNEWS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman resmi membentuk Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) atau Sleman Tourism Board. Badan ini merupakan lembaga independen untuk meningkatkan citra kepariwisataan di Sleman.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, dr Sunartono M,Kes menjelaskan, meskipun merupakan lembaga independen, namun untuk pembentukan pertama kali menggunakan SK Bupati Sleman. "SK Bupati ini hanya untuk mengawali saja. Selanjutnya, BPPS akan menentukan langkah sendiri," jelasnya di Sleman, Selasa (11/10).

Selain untuk meningkatkan citra pariwisata di Sleman, BPPS diharapkan bisa meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan ke Sleman. "BPPS juga akan melakukan penggalangan dana diluar APBD maupun APBN. Mereka nantinya juga akan melakukan riset mengenai kepariwisataan," imbuh Sunartono.

Oleh karena itu, Pemda Sleman mendorong BPPS untuk bekerjasama dengan pihak-pihak yang konsern terhadap dunia pariwisata. Khususnya, kepada badan serupa yang sudah terbentuk di 15 Kabupaten/Kota dalam naungan Java Promo.

"PPS ini juga terdiri dari 9 orang yang berlatar belakang berbeda. Yakni wakil asosiasi kepariwisataan, profesi, penerbangan dan akademisi pariwisata. "Mereka bukan sub ordinat Pemda maupun SKPD. Namun, BPPS nantinya akan koordinasi dengan Disbudpar Sleman untuk bersama mempromosikan pariwisata di Kabupaten Sleman," ungkap Sunartono.

Sementara itu, Ketua BPPS, Jono Lesmana SE, Mpar menambahkan, tugas BPPS ke depan sangat berat. Pasalnya, selain baru saja dibentuk, jumlah wisata dan restoran di Sleman merupakan yang paling banyak di DIY. "Sebenarnya, yang paling banyak memang di Sleman. Tetapi kan, pengunjung tidak banyak yang tahu. Nah, tugas kami ini untuk mengenalkan dunia luar terhadap seluruh potensi wisata di Sleman," tambahnya.

Salah satu tugas awal yang akan dilakukan BPPS, lanjut Jono, ialah menyempurnakan visi misi BPPS. Kemudian, menjalin kerjasama dengan badan promosi wisata yang ada di DIY. "Tidak mungkin Sleman akan mempromosikan sendiri potensi pariwisatanya. Makanya, butuh jalinan koordinasi dan kerjasama dengan badan lain," tandasnya. (jog/Dhi)

AKURNEWS - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo mengimbau masyarakat saat memasuki musim penghujan mewaspadai penyakit demam berdarah dengue. Dari 12 kecamatan di Kulonprogo, ada lima kecamatan yang memiliki potensi tinggi masyarakatnya terserang DBD pada awal musim hujan diantaranya Kecamatan Wates, Pengasih, Nanggulan, Galur dan Lendah.

"Penyakit yang sangat perlu diwaspadai saat masuk musim hujan yakni demam berdarah dengue (DBD), karena banyaknya genangan air yang dapat digunakan untuk berkembangbiaknya jentik-jentik nyamuk dengan mudah," kata Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo Lestaryono di Wates, Selasa (11/10).

Meski belum masuk musim penghujan, ia meminta kepada masyarakat untuk mempersiapkan pencegahan lebih awal dengan cara membersihkan lingkungan dan menutup tempat air yang dapat digunakan untuk berkembang biak jentik-jentik nyamuk. "Sebagai persiapan untuk mengantisipasi kasus DBD, mayarakat harus mempersiapkan diri. Sebab, masa-masa awal musim hujan nanti banyak genangan air yang muncul,” katanya.

Ia mengatakan, kasus DBD di Kulon Progo sendiri tahun ini dinilai turun bila dibandingkan pada 2010. Hingga September 2011 kasus DBD yang tercatat di Dinkes sebanyak 106 kasus. Padahal, selama 2009, Dinas mencatat angkanya mencapai 292 kasus dan pada 2010 terdapat 472 kasus warga yang mengalami DBD.

"Setiap tahun memang masih ada kasus, namun kami sudah melewati siklus lima tahunan yang puncaknya terjadi pada 2010 lalu. Biasanya juga, kasus DBD menyerang pada awal tahun, sekitar Februari dan Maret," katanya.

Untuk mengantisipasi penyebaran DBD, kata dia, Dinkes akan mempersiapkan langkah strategis seperti menggalakkan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), gerakan 3M (menguras, menutup, mengubur) dan Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB) oleh puskesmas di wilayah masing-masing.

"Sampai saat ini PSN menjadi senjata ampuh untuk mengurangi kasus DBD. Pengasapan adalah jalan terakhir, karena memiliki banyak efek negatif terhadap lingkungan," katanya. (jog/Ant-Van)

AKURNEWS - Palang Merah Indonesia Cabang Kabupaten Kulon Progo, mencatat terdapat 18 kantong darah yang terdeteksi positif HIV/AIDS, akumulasi selama 1997 hingga 2011.

"Darah yang positif terkena HIV AIDS tersebut langsung dimusnahkan oleh petugas PMI Kulon Progo," kata Asisten Transfusi Darah PMI Kulon Progo Ingusdi Sidi Gautama di sela-sela donor darah pegawai instansi maupun BUMD/BUMN dalam rangka HUT ke-60 Kabupaten Kulon Progo di Wates, Jumat (7/10).

Ia mengatakan, data darah yang terdeteksi HIV/AIDS juga sudah terekap di Dinas Kesehatan Kulon Progo. Pada 2011, PMI Cabang Kulon Progo menemukan satu darah yang reaktif HIV/AIDS.

"Tapi terjangkit atau tidak masih memerlukan pendeteksian yang dilakukan di Yogyakarta maupun Jakarta,"katanya.

Menurut dia, proses pendeteksian darah terkena HIV AIDS dilakukan dengan beberapa tahapan. Setelah ada donor, darah tersebut akan dikarantina selama satu jam kemudian dilakukan penyaringan dan akan terlihat apakah terjangkit tidak.

"Kalau sudah steril diperbolehkan untuk digunakan. Yang terdeteksi HIV/AIDS, rata-rata adalah pendatang, bukan asli Kulon Progo," katanya.

Ia juga mengatakan, persediaan darah PMI saat ini dalam status `siap` karena berapapun permintaanya tersedia.

"Apalagi ditambah dengan aksi sosial seperti dalam rangka HUT Kulon Progo ini, dan setelahnya juga masih banyak yang akan melakukan bakti sosial dengan donor darah,`katanya.

Menurut dia, jumlah pendonor darah di Kulon Progo pada 2011 mencapai 1.300 orang atau naik 200 orang dari sebelumnya 1.100 orang.

"Jumlah pendonor yang siap diambil darahnya semakin meningkat dan tidak terlepas dari tingginya kesadaran membantu sesama dan menyehatkan badan bagi sang pendonor," katanya.

Menurut dia, pendonor darah yang siap dipanggil untuk diambil darahnya yakni Jemaat Gereja Kristen Jawa Wates dan Jemaat Gereja Katolik Wates dan Nanggulan, Polres Kulon Progo, Brimob Sentolo, anggota Kodim Kulon Progo dan Karang Taruna Asih Ludiro dari Kecamatan Pengasih.

"Mereka adalah pendonor darah yang siap dipanggil sewaktu-waktu kalau dibutuhkan," katanya. (jog/Yan)

AKURNEWS - Polisi memeriksa intensif tiga orang terkait kasus ledakan ATM BRI di Gejayan, Jumat (7/10) dinihari tadi. Ketiganya ialah Bl, Rr dan Ss, sedang satu orang lagi, Kl, saat ini masih buron polisi.

Kapolda DIY, Brigjend Pol Tjuk Basuki menjelaskan, ketiga orang yang diperiksa masih belum menjadi tersangka. "Mereka masih kami periksa secara intensif," tandasnya di Mapolres Sleman, Jumat (7/10) sore.

Bl berhasil ditangkap di lokasi sekitar ATM BRI, sedang Rr dan Ss ditangkap di sebuah kos di wilayah Kolombo beberapa jam setelah kejadian. Sementara eksekutor peledakan ATM, Kl, berhasil melarikan diri. "Ss ini merupakan pacarnya Bl, namun juga kami periksa. Sedang Kl, masih belum tertangkap. Kl ini mengalami luka bakar saat melakukan pembakaran ATM, dia sempat berobat ke rumah sakit namun langsung lari," imbuh Tjuk Basuki.

Masing-masing memiliki peran berbeda. Bl bertindak menyebarkan selebaran di sekitar lokasi, Rr merupakan pembuat selebaran serta yang memerintah melakukan peledakan ATM BRI. Sedang Kl adalah eksekutor pembakaran ATM tersebut.

Pada kesempatan ini, Kapolda DIY juga menegaskan jika kejadian tersebut bukan merupakan peledakan ATM. Melainkan modus baru pembobolan uang dalam ATM dengan pembakaran. "Tadi yang meledak itu ialah tabung monitor dalam ATM. Hasil dari tim laborat, asap dalam ruang ATM dari pembakaran mengalami kepekatan dan tidak bisa keluar. Sehingga menyentuh layar monitor lalu meledak," ungkap Tjuk Basuki.

Meledaknya tabung monitor ini pun diluar dugaan para pelaku. Sehingga, eksekutor pembakaran yang berada di dalam ruangan turut mengalami luka bakar. (jog/Dhi)

AKURNEWS - Hasil investigasi Polisi memastikan peledakan dan kebakaran ATM BRI di Jalan Affandi No 28, Gejayan, Mrican, Depok, Sleman dipicu oleh api yang sengaja dipantik pelaku dengan bahan bakar minyak tanah yang dimasukan dalam plastik. Hal ini sekaligus menepis anggapan jika tempat pengambilan uang otomatis ini dilempari bom molotov.

Kapolda DIY, Brigjend Pol Tjuk Basuki menjelaskan, anggotanya tidak menemukan botol bekas bom molotov di lokasi kejadian. "Bukan dari bom molotov. Kami menduga, ATM itu dibakar dengan minyak tanah yang dimasukkan ke dalam plastik," tegasnya saat ditemui di Mapolsek Depok Barat, Jumat (7/10).

Hasil penyelidikan prtugas, ATM tersebut sengaja dibakar namun diluar dugaan meledak. "Bukan diledakkan, tapi dibakar dulu lalu meledak. Pelaku ini kan sebenarnya ingin menguras uang di dalam ATM dengan modus membakar ruangnya. Jadi, ini modus baru," imbuhnya.

Lantaran kaget muncul ledakan, pelaku percobaan pembobolan anjungan milik BRI ini pun langsung melarikan diri. Pelaku kabur lantaran takut aksinya kepergok warga sekitar. "Belum sempat mengambil boks yang ada uangnya, tapi sudah lebih dulu lari karena takut ketahuan warga," tandas Tjuk Basuki.

Akibat pembakaran ini, ruang ATM BRI hangus terbakar. Seluruh kaca pintu juga pecah berserakan. Namun, boks yang berisi uang tunai masih bisa diselamatkan kendati mesin ATM turut terbakar.

Namun demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Lokasi pembakaran ATM BRI yang diikuti ledakan ini masih dijaga ketat pihak kepolisian. (jog/Dhi)

AKURNEWS - Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad kembali menggelar pameran 'Jogja Sebagai Pusat Tradisi Batik Dunia' yang menampilkan lebih dari 200 corak batik warna alam di Gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosumantri UGM sejak 5 hingga 9 Oktober 2011 mendatang. Pameran yang notabene terus memperjuangkan eksistensi batik tulis ditengah gempuran batik printing ini untuk melindungi pengrajin batik.

"Pameran batik ini menggandeng beberapa pengrajin batik di tengah persaingain batik tulis dengan batik cap atau printing sekaligus dalam rangka memperingati Hari Batik setiap tanggal 2 Oktober dan gelaran World Batik Summit 2011," ujar Ketua Umum Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad Ir Dra Larasati Suliantoro di Gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosumantri UGM, Kamis (6/10).

Larasati mengatakan dalam kegiatan ini dipamerkan sekitar 200 lebih corak batik warna alam yang ditampilkan yang merupakan corak dari rakyat, bukan dari Kraton, perguruan tinggi, perusahaan atau museum. Batik yang dihadirkan mempunyai aneka ragam warna yang dibuat dari bahan alam. Kini, ada sekitar 75 jenis warna yang bisa diciptakan dengan dasar warna biru atau indigofera, bisa dikombinasikan dengan bahan lain sehingga menciptakan warna-warna lain.

"Batik tidak kalah dengan baju modern karena saat ini kain batik pun bisa dibuat lebih berwarna dan tidak terlihat kusam, misalnya warna biru, coklat, hijau, kuning, dan gradasi warna lainnya, namun yang belum bisa diciptakan warna merah gula kelapa atau warna merah bendera kita," paparnya.

Lebih lanjut Larasati mengatakan hasil-hasil warna alam yang diciptakan masih bisa dikembangkan. Demikian halnya dengan corak antara lain, corak Semen, Gringsing, Wayang, Galur Kupu, Lintang Trenggono, Gajah Lor dan masih banyak lagi. Batik harus dikembangkan karena akan menghasilkan lahan pekerjaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan pengrajin batik di pedesaaan lebih baik. "Dengan dikembangkannya batik tentunya akan dapat mewujudkan Yogyakarta menjadi pusat tradisi batik dunia," imbuhnya.

Selain pameran, juga digelar demo membatik yang diperagakan oleh mahasiswa agar semua pengunjung dan masyarakat yang berminat dapat mengetahui cara membatik, terutama batik tulis. (jog/Fir)